Pemerintah Bantah MBG Jadi Bancakan Politik, Pastikan Pengawasan Ketat dan Transparansi Anggaran

Pemerintah Bantah MBG Jadi Bancakan Politik, Pastikan Pengawasan Ketat dan Transparansi Anggaran

WARTASUNDA.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perbincangan publik setelah muncul sorotan dari Indonesia Corruption Watch (ICW) terkait dugaan afiliasi sejumlah yayasan mitra dengan partai politik dan tokoh tertentu. Isu tersebut ramai di media sosial dan memicu tudingan adanya potensi konflik kepentingan.

Pemerintah pun angkat bicara. Program MBG ditegaskan bukan untuk kepentingan politik, melainkan sebagai langkah strategis memperbaiki kualitas gizi sekaligus mendukung peningkatan pendidikan anak-anak Indonesia.

BGN: Mitra Wajib Penuhi Standar dan Verifikasi

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, menyatakan keterlibatan pihak mana pun, termasuk figur publik atau organisasi tertentu, tidak melanggar aturan selama memenuhi standar mutu, keamanan pangan, serta tata kelola yang ditetapkan.

Menurutnya, seluruh yayasan mitra harus melalui proses verifikasi dan evaluasi ketat sebelum ditetapkan sebagai pelaksana program. Selain itu, pengelolaan dana yang nilainya dapat mencapai miliaran rupiah per bulan diawasi secara transparan dan akuntabel.

β€œTidak ada ruang bagi penyimpangan karena setiap mitra wajib memenuhi standar administrasi dan operasional yang telah ditentukan,” ujarnya.

Didampingi KPK untuk Cegah Penyimpangan

Untuk memastikan tata kelola berjalan sesuai aturan, pelaksanaan MBG juga mendapat pendampingan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga antirasuah itu melakukan mitigasi risiko sejak tahap perencanaan guna mencegah potensi korupsi.

Pendekatan pengawasan dilakukan secara preventif, mulai dari mekanisme pengadaan hingga distribusi makanan. Pemerintah menilai langkah tersebut sebagai bentuk komitmen menjaga integritas program agar manfaatnya tepat sasaran.

Bukan Sekadar Bagi Makanan

Pemerintah juga membantah anggapan bahwa MBG hanya berorientasi pada pembagian makanan. Program ini disebut dirancang sebagai skema gizi edukatif yang terintegrasi dengan pembelajaran di sekolah.

Selain memenuhi kebutuhan nutrisi, MBG mendorong edukasi pola makan sehat, pembiasaan hidup bersih, serta peningkatan konsentrasi belajar siswa. Pendekatan ini diharapkan berdampak pada kehadiran dan prestasi akademik.

Sasar Anak Rentan dan Cegah Stunting

Program MBG menyasar kelompok rentan, seperti anak dari keluarga desil 1–2, siswa berisiko putus sekolah, serta balita yang terindikasi stunting.

Sejumlah tujuan yang ingin dicapai antara lain:

  • Meningkatkan konsentrasi dan daya serap belajar melalui asupan gizi seimbang.
  • Menekan angka putus sekolah akibat faktor ekonomi dan kesehatan.
  • Menanamkan kebiasaan makan sehat sejak usia dini.

Pemerintah menegaskan, MBG merupakan bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia menuju visi Indonesia Emas 2045. Dengan pengawasan berlapis dan keterbukaan informasi, program ini diharapkan tetap berjalan efektif serta bebas dari kepentingan politik praktis.
***

IKLAN KONTEN
728 x 90 atau 336 x 280