
Kemhan Ubah Latsarmil Jadi Pembekalan Bela Negara dan Manajerial bagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih
WARTASUNDA.COM – Kementerian Pertahanan (Kemhan) melakukan penyesuaian terhadap program pelatihan bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.
Mulai Juli 2026, konsep Latihan Dasar Militer (Latsarmil) resmi diganti menjadi Pembekalan Bela Negara dan Manajerial sebagai hasil evaluasi pemerintah terhadap penyelenggaraan program sebelumnya.
Perubahan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan calon pengelola koperasi, sekaligus memperkuat aspek keselamatan peserta selama mengikuti pembekalan.
Langkah ini juga menjadi respons atas evaluasi menyeluruh setelah adanya insiden meninggalnya sejumlah peserta pada pelaksanaan program terdahulu.
Kemhan Resmi Ubah Konsep Pelatihan
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menegaskan bahwa mulai Juli 2026 pendekatan pelatihan tidak lagi menggunakan konsep Latihan Dasar Militer.
“Mulai Juli 2026, kegiatan tidak lagi menggunakan konsep Latihan Dasar Militer (Latsarmil), tetapi menjadi Pembekalan Bela Negara dan Manajerial,” ujar Rico sebagaimana dikutip dari keterangan yang dimuat sejumlah media.
Menurutnya, perubahan tersebut merupakan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan program sebelumnya. Sejumlah materi yang bersifat teknis kemiliteran dikurangi, sementara materi yang berkaitan dengan kepemimpinan, pengelolaan organisasi, serta kemampuan manajerial diperkuat.
Selain itu, pemerintah juga melakukan penyesuaian terhadap intensitas aktivitas fisik serta meningkatkan pengawasan kesehatan peserta selama mengikuti pembekalan.
Kurikulum Difokuskan pada Karakter dan Kompetensi Manajerial
Kemhan menjelaskan bahwa pembekalan bela negara merupakan salah satu bagian dari kurikulum yang disusun untuk membentuk calon manajer Kopdes Merah Putih yang memiliki kapasitas kepemimpinan dan kemampuan mengelola organisasi.
Program ini tidak hanya berorientasi pada pembentukan karakter, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan yang dibutuhkan dalam pengelolaan koperasi modern.
Materi pembelajaran meliputi:
- tata kelola koperasi;
- kepemimpinan organisasi;
- komunikasi dan kerja sama tim;
- pengambilan keputusan;
- pengelolaan administrasi dan keuangan koperasi;
- wawasan kebangsaan;
- penguatan integritas serta etika kerja.
Melalui kurikulum tersebut, peserta diharapkan memiliki kompetensi teknis dan kepemimpinan yang memadai untuk mengelola koperasi secara profesional di tingkat desa maupun kelurahan.
Evaluasi Menyeluruh Pasca Insiden Peserta
Perubahan konsep pelatihan merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh yang dilakukan pemerintah setelah adanya insiden meninggalnya sejumlah peserta pada program sebelumnya.
Evaluasi mencakup berbagai aspek, mulai dari metode pelatihan, prosedur pemeriksaan kesehatan, kesiapan pendampingan medis, hingga penyesuaian beban aktivitas fisik selama kegiatan berlangsung.
Kemhan menyatakan penyempurnaan tersebut bertujuan menjaga kualitas program sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap peserta tanpa mengurangi target pembentukan sumber daya manusia yang kompeten.
Disiapkan untuk Mencetak Manajer Kopdes yang Profesional
Program pembekalan diperuntukkan bagi calon manajer yang nantinya akan mengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih maupun Kampung Nelayan Merah Putih.
Selain memperoleh penguatan karakter, peserta juga dibekali kemampuan dalam manajemen organisasi, tata kelola usaha koperasi, pelayanan kepada anggota, hingga strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pemerintah berharap kurikulum baru tersebut mampu menghasilkan manajer koperasi yang memiliki integritas, kemampuan manajerial, serta profesionalisme dalam mengembangkan koperasi sebagai salah satu penggerak ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.
Masyarakat Diimbau Mengacu pada Informasi Resmi
Kemhan mengingatkan bahwa perubahan kebijakan merupakan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan program.
Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, masyarakat diimbau merujuk pada keterangan resmi pemerintah maupun pemberitaan yang telah melalui proses verifikasi agar memperoleh informasi yang utuh mengenai pelaksanaan program pembekalan bagi calon manajer Kopdes Merah Putih.***




