Akses Desa Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera Mulai Terbuka, Distribusi Bantuan Tetap Berjalan

Akses Desa Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera Mulai Terbuka, Distribusi Bantuan Tetap Berjalan


WARTASUNDA – Akses menuju sejumlah desa yang sempat terisolasi akibat banjir dan tanah longsor di wilayah Aceh dan beberapa daerah di Sumatera berangsur pulih.

Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pembangunan jembatan darurat Bailey guna memastikan distribusi bantuan logistik ke wilayah terdampak tetap berjalan lancar.

Dengan dibukanya kembali jalur transportasi darat, penyaluran bantuan kini dapat dilakukan secara lebih efektif, baik melalui jalur darat maupun udara, terutama ke desa-desa terpencil yang sebelumnya sulit dijangkau.

Berdasarkan data BNPB hingga Selasa (13/1/2026), jumlah korban meninggal dunia akibat rangkaian bencana di Aceh dan sejumlah wilayah Sumatera tercatat 1.189 jiwa, sementara ribuan warga lainnya masih mengungsi di lokasi pengungsian.

Meski kondisi di lapangan masih menghadapi tantangan, pemerintah memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terus dilakukan secara berkelanjutan.


Pembangunan Jembatan Bailey Dipercepat

BNPB melaporkan, hingga pertengahan Januari 2026 telah terpasang 20 unit jembatan Bailey di berbagai lokasi terdampak.

Selain itu, 10 unit jembatan lainnya masih dalam proses pemasangan dan ditargetkan selesai pada 14 Januari 2026.

Secara keseluruhan, sebanyak 270 unit jembatan Bailey telah disiagakan dan didistribusikan ke wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Pembangunan jembatan darurat ini dinilai krusial untuk membuka kembali jalur transportasi yang terputus, sehingga distribusi bantuan logistik ke desa-desa terdampak dapat berlangsung lebih cepat dan tepat sasaran.


PLN Salurkan Genset untuk Listrik Darurat

Selain pemulihan akses jalan, upaya tanggap darurat juga difokuskan pada penyediaan listrik sementara bagi wilayah yang terdampak.

PT PLN (Persero) menyalurkan 1.000 unit genset ke sejumlah daerah di Aceh dan Sumatera sebagai solusi sementara bagi wilayah yang jaringan listriknya belum pulih sepenuhnya.

Genset tersebut digunakan untuk menunjang operasional pos pengungsian, fasilitas kesehatan, serta pusat distribusi bantuan logistik. Penyaluran bantuan kelistrikan ini direncanakan berlangsung hingga akhir Januari 2026.


BPBD Bireuen Pastikan Distribusi Logistik Sesuai Prosedur

Di Kabupaten Bireuen, Aceh, BPBD setempat memastikan tidak terjadi penimbunan bantuan logistik di gudang penyimpanan.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Bireuen menyampaikan bahwa seluruh bantuan yang masuk telah dicatat secara administratif dan disalurkan sesuai mekanisme yang berlaku, yakni berdasarkan permintaan resmi dari pemerintah kecamatan.

Meskipun wilayah Bireuen telah memasuki masa transisi bencana, BPBD menegaskan ketersediaan logistik tetap terjaga dan siap disalurkan ke desa-desa yang masih membutuhkan.


Sidak DPRK dan Komitmen Transparansi

Dalam inspeksi mendadak yang dilakukan DPRK Bireuen, ditemukan sejumlah bantuan logistik masih tersimpan di dua gudang.

Menanggapi hal tersebut, BPBD menjelaskan bahwa bantuan tersebut tidak ditahan, melainkan menunggu permintaan dari kecamatan agar penyaluran sesuai kebutuhan di lapangan.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam proses distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.


Koordinasi Pemulihan Terus Diperkuat

Pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam upaya pemulihan pascabencana di Aceh dan Sumatera.

Melalui pembangunan infrastruktur darurat, distribusi bantuan logistik, serta dukungan kelistrikan, pemerintah berharap pemulihan kehidupan masyarakat dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan hingga kondisi kembali normal.


IKLAN KONTEN
728 x 90 atau 336 x 280