
Viral Seruan Indonesia Keluar dari Board of Peace, Pemerintah Tegaskan Diplomasi RI Tetap Bela Palestina
WARTASUNDA – Video yang menyerukan agar Indonesia keluar dari forum Board of Peace (BoP) ramai diperbincangkan di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Video tersebut menampilkan pernyataan Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi, yang menilai Indonesia sebaiknya menarik diri dari forum internasional tersebut.
Seruan itu kemudian memicu perdebatan publik, termasuk munculnya berbagai narasi yang mempertanyakan posisi Indonesia dalam forum perdamaian tersebut.
Pemerintah melalui Kantor Staf Presiden (KSP) pun memberikan klarifikasi terkait isu tersebut.
Pemerintah Jelaskan Posisi Indonesia
KSP menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam forum Board of Peace merupakan bagian dari strategi diplomasi untuk mendorong penyelesaian konflik secara damai, khususnya terkait situasi di Gaza.
Menurut KSP, forum tersebut juga membahas sejumlah poin yang berkaitan dengan masa depan Palestina, termasuk rencana rekonstruksi wilayah Gaza pascakonflik.
“Partisipasi Indonesia bertujuan memastikan proses perdamaian dan rekonstruksi Gaza tetap memperhatikan hak-hak rakyat Palestina,” kata perwakilan KSP dalam keterangannya.
Dalam dokumen yang dibahas dalam forum tersebut, terdapat sejumlah poin yang menekankan pentingnya pembentukan pemerintahan transisi Palestina serta upaya menuju solusi dua negara.
Selain itu, dokumen tersebut juga menegaskan bahwa wilayah Gaza tidak boleh berada di bawah pendudukan permanen.
Video Viral Picu Perdebatan
Kontroversi bermula dari video yang beredar di platform TikTok dan kemudian menyebar luas di berbagai media sosial.
Dalam video tersebut, Ridho Rahmadi menyampaikan pandangannya mengenai keikutsertaan Indonesia dalam forum Board of Peace, yang disebut-sebut berkaitan dengan inisiatif diplomatik yang pernah didorong mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Pernyataan tersebut memicu berbagai tanggapan publik, baik yang mendukung maupun yang mengkritik posisi Indonesia.
Sejumlah warganet bahkan menyoroti kemungkinan dampak diplomatik apabila Indonesia tetap berada dalam forum tersebut.
Pemerintah Tegaskan Diplomasi Bebas Aktif
Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan luar negeri Indonesia tetap berpegang pada prinsip bebas dan aktif, termasuk dalam menyikapi konflik internasional.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga menyatakan bahwa Indonesia akan terus mendorong penyelesaian konflik secara damai serta mendukung kemerdekaan Palestina.
“Indonesia akan terus berkomitmen mendukung kemerdekaan Palestina dan mendorong terciptanya perdamaian yang adil,” ujar Prabowo dalam pernyataan sebelumnya.
Menurut pemerintah, keterlibatan Indonesia dalam forum internasional justru menjadi ruang bagi diplomasi Indonesia untuk menyampaikan sikap yang berpihak pada perdamaian dan keadilan global.
Pentingnya Literasi Publik
Perdebatan yang muncul di media sosial dinilai menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap isu kebijakan luar negeri.
Namun pemerintah mengingatkan pentingnya memahami konteks diplomasi internasional secara utuh agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Dengan posisi Indonesia sebagai negara yang aktif dalam berbagai forum internasional, pemerintah berharap diplomasi Indonesia tetap dapat berperan dalam mendorong perdamaian dunia, termasuk bagi rakyat Palestina.***



