
PLN UID Jakarta Raya Perluas Pembinaan UMKM, Hadirkan Hub UMK dan Solusi SPLU untuk Usaha Pinggir Jalan
WARTASUNDA.COM β Komitmen pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali ditegaskan PT PLN UID Jakarta Raya melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Hal tersebut disampaikan dalam diskusi yang digelar porosjakarta.com bersama Kamaksi di Resto Masmiskun, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).
Senior Officer Komunikasi dan TJSL PLN UID Jakarta Raya, Septa Aryo Widyanarko, memaparkan bahwa program pembinaan UMKM dijalankan sesuai regulasi Kementerian BUMN, dengan fokus memperkuat kemandirian dan daya saing pelaku usaha kecil di ibu kota.
βKami berkomitmen membina usaha mikro dan kecil agar lebih tangguh dan mandiri. Dari ratusan ribu UMKM di DKI Jakarta, memang belum semuanya terjangkau. Karena itu, kami membentuk Hub UMK Jakarta sebagai langkah strategis memperluas dampak program,β ujar Septa.
Hub UMK Jakarta Perluas Jangkauan Pembinaan
Berdasarkan data yang dipaparkan, terdapat lebih dari 650 ribu UMKM di DKI Jakarta, namun baru sebagian kecil yang telah menerima manfaat pembinaan melalui Rumah BUMN. Untuk memperluas cakupan, PLN membentuk Hub UMK Jakarta pada 10 Juni 2023.
Langkah ini dinilai penting agar program TJSL lebih tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan pelaku usaha, mulai dari peningkatan kapasitas manajemen, pemasaran, hingga akses pembiayaan.
Hasil evaluasi internal menunjukkan capaian positif. Tingkat kepuasan dan dampak program terhadap masyarakat tercatat di atas 90 persen. Bahkan, aspek keberlanjutan program melampaui ekspektasi yang ditetapkan.
βCapaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat pendampingan UMKM secara berkelanjutan,β tambahnya.
Program tersebut juga mendukung target pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan memperkuat sektor usaha berbasis komunitas di Jakarta.
Solusi Kabel Liar, PLN Tawarkan SPLU Berkelompok
Tak hanya fokus pada pelatihan, PLN juga merespons persoalan teknis yang dihadapi UMKM, terutama pelaku usaha di kawasan pinggir jalan yang masih menggunakan sambungan listrik tidak resmi atau tarik kabel liar.
Praktik tersebut dinilai berisiko terhadap keselamatan dan berpotensi merusak jaringan distribusi listrik. Untuk mengatasi persoalan itu, PLN menginisiasi pengajuan Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) secara berkelompok.
Melalui skema kolektif ini, pelaku UMKM dapat memperoleh akses listrik legal, aman, dan lebih terjangkau. Sistem pendaftaran bersama juga memudahkan proses administrasi serta pembagian biaya secara proporsional antaranggota kelompok.
Program ini diharapkan mampu menghapus praktik sambungan ilegal sekaligus menciptakan lingkungan usaha yang lebih tertib dan aman.
Dorong UMKM Jadi Pilar Ekonomi Jakarta
PLN menegaskan akan terus memberikan pendampingan teknis dan edukasi kepada pelaku usaha agar memahami pentingnya penggunaan listrik yang sah dan bertanggung jawab.
Dengan kolaborasi bersama pemangku kepentingan, pelaku UMKM, dan komunitas lokal, PLN optimistis sektor usaha kecil di Jakarta dapat tumbuh menjadi pilar penggerak ekonomi daerah yang tangguh dan berkelanjutan.
Sementara Ketua KAMAKSI Joko Priyoski menyebutkan langkah PLN kongkrit.
“Ini yang dibutuhkan masyarakat kami atas nama Kamaksi berterima kasih dengan program TJSL ini yang tentunya pelatihan terarah terukur bisa menambah pundi pundi uang tentunya untuk kesejahteraan masyarakat,” ucap Joko Priyoski.Β
Diskusi ini juga menjadi ruang kolaborasi antara dunia usaha, komunitas, dan media dalam memperkuat ekosistem UMKM di Jakarta, khususnya menjelang tantangan ekonomi yang semakin dinamis di tahun 2026.***



