
Perbaikan Infrastruktur Dikebut, Sumut Alokasikan Rp275 Miliar demi Pemulihan Pascabencana
Bantuan Logistik Dipercepat, Pemerintah Kebuth Pembangunan Huntara Korban Bencana Jelang Lebaran 2026
WARTASUNDA β Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus mempercepat pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Upaya tersebut dilakukan melalui penyaluran bantuan logistik secara masif serta percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) agar masyarakat terdampak dapat kembali menempati hunian layak sebelum Lebaran 2026.
Kementerian Sosial mencatat, hingga akhir Desember 2025, total bantuan tanggap darurat yang telah disalurkan mencapai lebih dari Rp100,48 miliar.
Bantuan tersebut mencakup kebutuhan dasar masyarakat, seperti bahan pangan, lauk pauk, family kit, perlengkapan anak, serta dukungan operasional 42 dapur umum di wilayah terdampak.
Aceh Terima Bantuan Logistik Terbesar
Dari tiga provinsi yang terdampak bencana, Aceh menjadi wilayah penerima bantuan logistik terbesar.
Hingga 6 Januari 2026, total bantuan yang disalurkan ke Aceh mencapai 1.788 ton dengan nilai sekitar Rp43,6 miliar.
Sementara itu, Sumatera Utara menerima bantuan senilai Rp37,45 miliar, dan Sumatera Barat sebesar Rp19,41 miliar.
Selain dari pemerintah pusat, bantuan juga berasal dari kementerian dan lembaga terkait serta pemerintah daerah. Distribusi logistik difokuskan untuk memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi dan operasional dapur umum berjalan optimal.
Pemprov Sumut Alokasikan Rp430 Miliar untuk Pemulihan
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyiapkan anggaran pemulihan sebesar Rp430 miliar untuk lima sektor prioritas.
Dari total tersebut, sekitar Rp275 miliar dialokasikan untuk pemulihan infrastruktur, mencakup perbaikan jalan, jembatan, tanggul, normalisasi sungai, hingga rehabilitasi rumah warga.
Selain infrastruktur, sektor komunikasi, pendidikan, kesehatan, serta bantuan ke daerah terdampak turut menjadi perhatian pemerintah provinsi.
Pembangunan Huntara Dikebut di Sejumlah Daerah
Seiring penyaluran bantuan logistik, pemerintah juga mempercepat pembangunan huntara dan huntap di wilayah terdampak.
Pemerintah menargetkan huntara dapat difungsikan paling lambat akhir Januari 2026, sehingga warga tidak lagi berada di pengungsian saat memasuki Ramadan.
Di Sumatera Utara, pembangunan huntara direncanakan di tiga kabupaten, yakni Tapanuli Utara sebanyak 40 unit, Tapanuli Tengah sebanyak 209 unit, dan Tapanuli Selatan sebanyak 802 unit.
Sementara itu, pembangunan huntap ditargetkan mencapai 5.951 unit, dengan progres awal sekitar 20 persen.
Tapanuli Tengah menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus. Pemerintah daerah mendorong percepatan pembangunan hunian agar masyarakat dapat segera menempati tempat tinggal yang layak.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memastikan koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk mengejar target penyelesaian pembangunan sebelum Lebaran.
Pemulihan Infrastruktur Sumbar Terus Dilakukan
Di Sumatera Barat, pemulihan infrastruktur menjadi bagian penting dalam mendukung distribusi bantuan dan pemulihan aktivitas masyarakat.
Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra V menargetkan perbaikan akses jalan menuju Batu Busuak, Kota Padang, dapat diselesaikan dalam waktu empat hari.
Wilayah tersebut kembali terdampak banjir bandang pada 15 Desember 2025, setelah sebelumnya mengalami bencana serupa pada akhir November. Akibat kejadian tersebut, ratusan keluarga sempat terisolasi.
Dari 34 sungai yang terdampak, sebanyak 19 sungai telah masuk tahap normalisasi. Akses jalan Koto TuoβBatu Busuak kini kembali dapat dilalui kendaraan.
Pemerintah Pastikan Pemulihan Berjalan Berkelanjutan
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam proses pemulihan wilayah terdampak bencana.
Mulai dari penyaluran bantuan logistik, percepatan pembangunan hunian, hingga rehabilitasi infrastruktur strategis, seluruh langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat.
Pemerintah berharap masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat menyambut Ramadan dan Lebaran 2026 dalam kondisi yang lebih aman dan layak.
Jika Anda ingin:
Berita Terkait

Awal Tahun 2026, Presiden Prabowo Tetap Bertugas di Wilayah Bencana Sumatera, Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat
WARTASUNDA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengawali Tahun Baru 2026 dengan...

TNI Bubarkan Provokasi di Tengah Banjir Aceh, Agenda Perusak Hutan Terbongkar
WARTASUNDA β TNI tegas membubarkan provokasi di tengah banjir Aceh. Agenda terselubung perusak...

Punya Drone Logistik tapi Lebih Banyak Kritik, Aktivisme Virdian Aurellio Disorot Publik
WARTASUNDA β Aktivitas digital Virdian Aurellio kembali menjadi perhatian publik. Mantan Ketua BEM...

Bencana Sumatera Jadi Sorotan, Seruan Utamakan Persatuan Nasional daripada Bantuan Internasional
WARTASUNDA, ACEH – Bencana banjir dan longsor besar yang melanda sejumlah wilayah di...

Bencana di Sumatera Uji Ketahanan Pangan Nasional, Stok Beras Pemerintah Tembus 4 Juta Ton
WARTASUNDA, ACEH β Bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera menjadi ujian penting...

Desakan Status Bencana Nasional di Sumatera Meningkat, Kekhawatiran Celah Korupsi Ikut Menguat
WARTASUNDA β Perpanjangan status tanggap darurat banjir dan longsor di beberapa provinsi di...