Pengungsi Bencana di Sumatera Capai 884 Ribu Jiwa, Pemerintah Kerahkan Tenaga Cadangan Kesehatan

Pengungsi Bencana di Sumatera Capai 884 Ribu Jiwa, Pemerintah Kerahkan Tenaga Cadangan Kesehatan


WARTASUNDA -Pemerintah pusat terus memaksimalkan penanganan kesehatan bagi ratusan ribu pengungsi bencana di Pulau Sumatera.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga 12 Desember 2025, jumlah pengungsi mencapai 884.889 jiwa yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sementara itu, korban meninggal dunia tercatat 995 orang.

Jumlah pengungsi yang besar ini membuat pemerintah mengaktifkan langkah-langkah darurat guna mencegah terjadinya krisis kesehatan, terutama di lokasi pengungsian dengan kepadatan tinggi dan keterbatasan akses layanan.

Lonjakan jumlah pengungsi sempat terjadi pada 8 Desember 2025, ketika lebih dari 1 juta jiwa terdampak bencana.

Situasi tersebut menjadi perhatian serius Presiden RI Prabowo Subianto dalam rapat terbatas saat melakukan kunjungan kerja ke Aceh, 7 Desember lalu.

Dalam rapat tersebut, Presiden menginstruksikan Kementerian Kesehatan untuk menyiapkan tambahan tenaga medis sebagai langkah antisipasi munculnya penyakit pascabencana.

Selain itu, Kementerian Pertahanan diminta mendukung upaya penanganan melalui penyediaan armada udara untuk evakuasi dan pelayanan kesehatan darurat.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Kesehatan sejak 27 November 2025 telah memobilisasi Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) ke wilayah terdampak bencana.

Hingga kini, tercatat 31.832 relawan TCK siap diterjunkan secara nasional.

TCK terdiri dari tenaga medis dan nonmedis terlatih yang disiapkan untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar, penanganan kegawatdaruratan, hingga dukungan logistik kesehatan di posko-posko pengungsian.

Mobilisasi ini dilakukan sebagai bagian dari respons cepat nasional atas arahan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Pemerintah juga melibatkan dokter magang untuk memperkuat layanan kesehatan di lapangan.

Para dokter tersebut bertugas di bawah pendampingan tenaga medis dari TNI dan Polri. TNI sendiri telah mengerahkan sedikitnya 24 tenaga kesehatan ke Aceh dengan menggunakan helikopter.

Untuk menjangkau wilayah pengungsian yang sulit diakses melalui jalur darat, pemerintah menyiapkan empat helikopter medis tambahan. Armada ini difungsikan untuk layanan kesehatan darurat sekaligus rujukan medis bagi pengungsi.

Seiring dengan penanganan pengungsi, pemulihan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak juga terus dilakukan.

Hingga pertengahan Desember, sebanyak 41 rumah sakit dan 343 puskesmas di Sumatera dilaporkan mulai beroperasi kembali secara bertahap.

Meski jumlah pengungsi mulai menurun, pemerintah menegaskan upaya pencegahan potensi wabah penyakit tetap menjadi prioritas, khususnya di kawasan pengungsian dengan tingkat kepadatan tinggi.

Melalui koordinasi lintas kementerian dan dukungan TNI, pemerintah memastikan layanan kesehatan bagi para pengungsi tetap berjalan hingga memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.***

IKLAN KONTEN
728 x 90 atau 336 x 280