
Patriot MBG Percepat Pembangunan 4.770 SPPG Terpencil, Pemerintah Pastikan Akses Makan Bergizi Gratis di Wilayah 3T
WARTASUNDA, JAKARTA – Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) terus mempercepat pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T).
Langkah ini menjadi bagian penting dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pada 16 Oktober 2025, Kepala BGN secara resmi menetapkan target pembangunan 4.770 SPPG terpencil.
Program tersebut dijalankan oleh Satgas Percepatan MBG, dengan melibatkan kepala daerah mulai dari gubernur, bupati, hingga wali kota sebagai ketua pelaksana di tingkat daerah.
Langkah ini bertujuan memastikan masyarakat di pelosok negeri memperoleh akses terhadap makanan bergizi seimbang secara merata.
Berdasarkan data tahun 2023, tingkat kemiskinan di daerah tertinggal masih mencapai 24,29 persen, sementara angka stunting tetap tinggi dan penerima manfaat MBG di beberapa daerah masih di bawah 1.000 orang.
Selain kendala logistik, BGN juga menghadapi tantangan lain seperti keterbatasan tenaga gizi dan kesehatan, akses transportasi sulit, serta rendahnya edukasi gizi di masyarakat.
Standar Layanan Gizi Tetap Jadi Prioritas
Direktur Utama BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa pembangunan setiap SPPG akan mengikuti standar ketat.
Satgas diminta memastikan lokasi SPPG dapat dijangkau masyarakat dalam waktu maksimal 30 menit perjalanan, serta menerapkan petunjuk teknis nasional dalam operasionalnya.
“Bangunan SPPG dirancang berukuran ideal 10 x 15 meter, agar mampu melayani kebutuhan gizi masyarakat di wilayah dengan akses terbatas,” ujar Dadan.
Sejak awal pemerintahan Prabowo, BGN telah membangun lebih dari 11.000 SPPG dan menjangkau sekitar 40 juta penerima manfaat.
Dengan tambahan 4.770 unit baru, pemerintah menargetkan program MBG dapat menjangkau hingga 70–75 juta anak Indonesia.
Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Wujudkan MBG Merata
Pemerintah mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersinergi dalam mempercepat pembangunan SPPG di wilayah terpencil.
Pendanaan program tidak hanya bersumber dari APBN, tetapi juga terbuka untuk dukungan CSR perusahaan, APBD daerah, serta partisipasi tokoh masyarakat.
Selain itu, kolaborasi lintas kementerian seperti Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menjadi faktor kunci agar pembangunan infrastruktur dan distribusi gizi dapat berjalan efektif.
Gerakan Patriot MBG: Gotong Royong untuk Generasi Sehat
BGN juga menginisiasi gerakan Patriot MBG, yaitu relawan masyarakat yang menjadi pelopor dan penggerak program Makan Bergizi Gratis di lingkungannya.
Gerakan ini diharapkan mempercepat penurunan angka stunting sekaligus membangun kesadaran gizi di tingkat keluarga.
“Tantangan di wilayah 3T memang berat. Namun dengan semangat gotong royong dan kerja sama seluruh pihak, program MBG akan terwujud merata dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tegas Dadan.
Pembangunan SPPG terpencil menjadi tonggak penting dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan gizi nasional, serta memperkuat komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan tangguh.
Gerakan Patriot MBG pun kini menjadi simbol nyata semangat gotong royong bangsa dalam memastikan tidak ada anak Indonesia yang kekurangan gizi.***








