
Jelang Ramadhan 2026, Pemerintah Percepat Distribusi Minyakita demi Jaga Harga dan Kendalikan Inflasi
WARTASUNDA – Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah memperkuat langkah stabilisasi harga minyak goreng menjelang Ramadhan 2026.
Salah satu fokus utama adalah menjaga ketersediaan Minyakita agar harga tetap terkendali dan tidak memicu inflasi musiman.
Upaya tersebut dilakukan melalui percepatan distribusi Minyakita langsung ke pedagang dan pengecer di Kabupaten Temanggung serta wilayah Kedu.
Skema distribusi ini dipilih untuk memangkas mata rantai pasok yang selama ini kerap menjadi penyebab kenaikan harga di tingkat konsumen.
Perum Bulog Cabang Magelang tercatat telah menyalurkan sekitar 280 ribu liter Minyakita ke pedagang.
Dengan pola distribusi langsung, pemerintah menargetkan harga Minyakita tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.
Minyakita merupakan minyak goreng sawit kemasan sederhana yang diproduksi melalui skema Domestic Market Obligation (DMO).
Program yang digagas Kementerian Perdagangan ini bertujuan memastikan masyarakat dapat mengakses minyak goreng dengan harga terjangkau, yakni berkisar Rp14.000 hingga Rp15.700 per liter.
Di Temanggung, harga Minyakita sempat menembus Rp18.000 per liter pada akhir 2025 hingga awal 2026.
Kenaikan tersebut dipicu oleh habisnya stok Bulog daerah yang diprioritaskan untuk bantuan pangan bagi masyarakat kurang mampu, ditambah kendala distribusi dari wilayah lain.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Perdagangan, dan UKM (Dinkopdag) Temanggung, Ponco Marbagyo, memastikan kondisi pasokan saat ini sudah kembali aman.
“Stok Bulog Temanggung sempat kosong karena dialokasikan untuk bantuan pangan di akhir 2025. Sekarang pasokan kembali ditopang dari luar daerah dan disalurkan langsung ke pedagang agar harga stabil,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Bulog menyalurkan Minyakita ke pedagang dengan harga sekitar Rp14.500 per liter.
Dengan harga tersebut, pedagang diharapkan dapat menjual Minyakita kepada konsumen tanpa melampaui HET yang ditetapkan pemerintah.
Sementara itu, Perum Bulog Cabang Magelang memastikan kesiapan pasokan Minyakita untuk wilayah Kedu, termasuk Temanggung, dengan total alokasi mencapai 280 ribu liter.
Penyaluran dilakukan secara bertahap sebagai antisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan.
Tak hanya dari Bulog, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah juga menggelontorkan tambahan 2.880 liter Minyakita ke sejumlah pasar tradisional di Temanggung.
Langkah ini ditempuh untuk menjaga ketersediaan barang di pasar rakyat sekaligus menahan laju kenaikan harga.
Direktur Pemasaran Perum Bulog, Febby Novita, menyampaikan bahwa pada 2026 Bulog mendapat porsi besar dalam distribusi Minyakita secara nasional.
“Bulog menguasai sekitar 70 persen kuota distribusi Minyakita nasional, atau setara 700 ribu kiloliter per tahun, sekitar 60 ribu kiloliter per bulan,” kata Febby.
Menurutnya, alokasi Minyakita yang dikelola Bulog saat ini mencapai 36 ribu ton.
Percepatan distribusi langsung ke pedagang, yang dilakukan bersama Kementerian Perdagangan, ditujukan untuk menjaga stabilitas harga pangan strategis menjelang Ramadhan.
“Langkah ini efektif untuk menekan inflasi musiman, seperti yang sebelumnya berhasil diterapkan di Bulog Madiun dengan penyaluran mencapai 482 ribu liter,” ujarnya.
Dengan koordinasi lintas instansi dan distribusi yang lebih efisien, pemerintah optimistis pasokan Minyakita tetap terjaga dan harga minyak goreng dapat dikendalikan selama Ramadhan hingga Idulfitri 2026.





