Video Simulasi AI Longsor di Cisarua Viral, PVMBG Ingatkan Pentingnya Mitigasi Bencana

Video Simulasi AI Longsor di Cisarua Viral, PVMBG Ingatkan Pentingnya Mitigasi Bencana



WARTASUNDA – Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) memungkinkan terciptanya simulasi bencana alam dengan visual yang semakin realistis, termasuk peristiwa longsor akibat hujan lebat maupun gempa bumi.

Namun, penggunaan teknologi tersebut perlu disertai pemahaman dan konteks yang tepat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Hal itu mencuat setelah beredarnya video simulasi longsor berbasis AI di kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Video tersebut muncul tidak lama setelah terjadinya longsor di Desa Pasirlangu, sehingga sebagian warganet mengira rekaman tersebut merupakan longsor susulan.

Tim SAR dan otoritas terkait memastikan bahwa video yang beredar bukan kejadian sebenarnya, melainkan hasil rekayasa visual menggunakan teknologi AI.

Meski demikian, kemunculan video tersebut dinilai dapat menjadi momentum untuk meningkatkan literasi kebencanaan, khususnya terkait risiko longsor di wilayah rawan.

AI Berpotensi Jadi Media Edukasi

Sejumlah pakar menilai simulasi berbasis AI memiliki potensi besar sebagai media edukasi mitigasi bencana.

Teknologi ini mampu menggambarkan secara visual proses terjadinya longsor, mulai dari pelapukan tanah, pengaruh curah hujan tinggi, hingga getaran gempa yang memicu pergerakan lereng.

Namun, penggunaan simulasi AI harus dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak dilepaskan dari konteks edukatif.

Penyebaran konten tanpa penjelasan yang memadai dikhawatirkan dapat memicu kepanikan atau disinformasi di masyarakat.

PVMBG: Longsor Dipengaruhi Banyak Faktor

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Edi Slameto, menjelaskan bahwa longsor yang terjadi di wilayah Cisarua, khususnya di Desa Pasirlangu, merupakan bencana yang dipicu oleh berbagai faktor.

“Longsor tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal. Di Cisarua, kondisi batuan yang mudah lapuk, kemiringan lereng yang curam, curah hujan tinggi, serta perubahan tata guna lahan menjadi faktor yang saling berkaitan,” ujarnya.

Menurut Edi, kawasan Bandung Utara termasuk wilayah dengan tingkat kerentanan longsor yang cukup tinggi. Oleh karena itu, kewaspadaan perlu terus ditingkatkan, terutama saat intensitas hujan meningkat.

Mitigasi Sesuai Amanat Undang-Undang

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, mitigasi merupakan upaya sistematis untuk mengurangi risiko bencana melalui perencanaan yang matang dan peningkatan kapasitas masyarakat.

Untuk bencana longsor, langkah mitigasi meliputi pemetaan wilayah rawan, pengendalian pembangunan di lereng curam, perbaikan sistem drainase, konservasi lahan, serta edukasi dan simulasi evakuasi bagi warga.

Pemerintah menegaskan bahwa mitigasi harus dilakukan sebelum bencana terjadi, agar dampak yang ditimbulkan dapat ditekan seminimal mungkin.

Dalam konteks tersebut, pemanfaatan teknologi AI secara etis dan informatif dapat menjadi salah satu sarana pendukung edukasi kebencanaan di daerah rawan longsor.***


.

IKLAN KONTEN
728 x 90 atau 336 x 280