Prabowonomics Disuarakan di WEF Davos 2026, Prabowo Kritik Greedconomics dan Dorong Ekonomi Berkeadilan

Prabowonomics Disuarakan di WEF Davos 2026, Prabowo Kritik Greedconomics dan Dorong Ekonomi Berkeadilan


WARTASUNDA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjadi perhatian dalam forum World Economic Forum (WEF) Davos 2026 di Swiss, Kamis (22/1/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti praktik greedconomics atau ekonomi serakah yang dinilai memperlebar ketimpangan dan mengabaikan kepentingan rakyat.

Di hadapan para pemimpin dunia, Prabowo menegaskan bahwa sistem ekonomi global tidak semestinya hanya menguntungkan segelintir elite, sementara jutaan masyarakat di berbagai negara masih bergulat dengan kemiskinan dan kelaparan.

“Ekonomi tidak boleh hanya menguntungkan segelintir orang, sementara jutaan lainnya tertinggal dan kelaparan,” ujar Prabowo.

Pernyataan tersebut dengan cepat menyebar luas dan memicu perbincangan, baik di tingkat global maupun di dalam negeri.

Sejumlah kalangan mempertanyakan urgensi kehadiran Presiden dalam forum internasional tersebut di tengah tantangan ekonomi nasional.

Namun, tidak sedikit pula yang menilai pidato Prabowo membawa pesan moral penting mengenai arah baru ekonomi dunia.

Perdebatan Publik dan Respons di Media Sosial

Di media sosial, kritik dan dukungan bermunculan. Sebagian warganet menyoroti persoalan struktural ekonomi di dalam negeri yang dinilai masih perlu pembenahan.

Ada pula yang mempertanyakan anggaran serta keikutsertaan rombongan menteri dalam agenda Davos.

Meski demikian, perdebatan itu justru menguatkan substansi pesan yang disampaikan Presiden, bahwa praktik ekonomi yang berorientasi pada keuntungan semata masih menjadi persoalan nyata dan perlu dikoreksi secara sistemik.

Prabowonomics dan Program Makan Bergizi Gratis

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai contoh kebijakan konkret negara dalam melindungi kelompok rentan.

Ia menekankan peran negara yang harus kuat dan efektif, namun seluruh daya tersebut diabdikan untuk kepentingan rakyat.

“Negara harus hadir sebagai kekuatan besar, tetapi sepenuhnya untuk melayani rakyat, terutama mereka yang paling membutuhkan,” kata Prabowo.

Program MBG disebut selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pengentasan kemiskinan dan penghapusan kelaparan, serta mengedepankan prinsip no one left behind dalam pembangunan.

Davos sebagai Panggung Pesan Kritis

WEF Davos kerap dipersepsikan sebagai forum elite global.

Namun, Prabowo memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan kritik langsung terhadap ketimpangan ekonomi dunia.

Menurutnya, forum global justru penting sebagai ruang untuk mengetuk kesadaran para pemimpin industri dan pengambil kebijakan agar menyeimbangkan kepentingan bisnis dengan tanggung jawab sosial.

Pesan tersebut dinilai relevan dengan kondisi Indonesia yang kaya sumber daya alam, tetapi masih menghadapi tantangan ketimpangan sosial dan ekonomi.

Ajakan kepada Dunia Usaha

Selain mengkritik, Prabowo juga mengajak pelaku usaha untuk terlibat aktif dalam pembangunan yang berkeadilan.

Ia menekankan bahwa pengelolaan kekayaan alam harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.

Presiden mendorong kolaborasi antara negara dan sektor swasta dalam mendukung agenda kerakyatan, mulai dari ketahanan pangan, energi, hingga perlindungan sosial, sebagai bagian dari solusi bersama.

Indonesia Tawarkan Arah Baru

Melalui pidato di Davos, Prabowo menegaskan posisi Indonesia dalam percaturan global dengan membawa narasi tandingan terhadap ekonomi serakah.

Konsep Prabowonomics disampaikan sebagai tawaran jalan tengah menuju sistem ekonomi yang lebih adil, beradab, dan berorientasi pada kemanusiaan.

Dunia menaruh perhatian. Tantangan ke depan adalah bagaimana gagasan tersebut diterjemahkan secara konsisten dalam kebijakan dan praktik di dalam negeri.***

🔵Facebook🐦Twitter✈️Telegram🟢WhatsApp

Berita Terkait

Ramai Dikaitkan Board of Peace AS, Ini Fakta Lelang WKP Geothermal Telaga Ranu di Maluku Utara

Ramai Dikaitkan Board of Peace AS, Ini Fakta Lelang WKP Geothermal Telaga Ranu di Maluku Utara

WARTASUNDA – Proyek Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Ranu kembali menjadi perbincangan di...

Video ‘Eksperimen Sosial’ Prabowo Viral, Pakar UII Jelaskan Perbedaan Kritik dan Penghinaan

Video ‘Eksperimen Sosial’ Prabowo Viral, Pakar UII Jelaskan Perbedaan Kritik dan Penghinaan

WARTASUNDA – Video yang diklaim sebagai “eksperimen sosial” dengan menampilkan papan bergambar...

MUI Dukung Prabowo Gabung Board of Peace, Silaturahmi Istana Bahas Upaya Hentikan Penderitaan Palestina

MUI Dukung Prabowo Gabung Board of Peace, Silaturahmi Istana Bahas Upaya Hentikan Penderitaan Palestina

WARTASUNDA – Presiden Prabowo Subianto menggelar silaturahmi dengan pimpinan organisasi...

Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Perluas Akses Pendidikan Gratis bagi Keluarga Kurang Mampu

Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Perluas Akses Pendidikan Gratis bagi Keluarga Kurang Mampu

WARTASUNDA – Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34...

Isu Demensia terhadap Presiden Prabowo Mencuat, Kajian Medis dan Ilmiah Beri Penjelasan Berbeda

Isu Demensia terhadap Presiden Prabowo Mencuat, Kajian Medis dan Ilmiah Beri Penjelasan Berbeda

WARTASUNDA – Isu mengenai dugaan demensia yang diarahkan kepada Presiden Prabowo Subianto...

Awal Tahun 2026, Presiden Prabowo Tetap Bertugas di Wilayah Bencana Sumatera, Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat

Awal Tahun 2026, Presiden Prabowo Tetap Bertugas di Wilayah Bencana Sumatera, Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat

WARTASUNDA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengawali Tahun Baru 2026 dengan...