Isu Demensia terhadap Presiden Prabowo Mencuat, Kajian Medis dan Ilmiah Beri Penjelasan Berbeda

Isu Demensia terhadap Presiden Prabowo Mencuat, Kajian Medis dan Ilmiah Beri Penjelasan Berbeda


WARTASUNDA – Isu mengenai dugaan demensia yang diarahkan kepada Presiden Prabowo Subianto kembali mencuat di media sosial. Narasi tersebut salah satunya disampaikan Direktur LBH Medan, Irvan Saputra, yang menilai adanya ketidakkonsistenan pernyataan Presiden terkait penanganan bencana di Sumatra serta kesalahan penyebutan tahun saat kunjungan kerja di Sumatra Utara.

Namun demikian, sejumlah literatur medis dan kajian ilmiah menilai bahwa tudingan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat secara klinis. Para ahli menegaskan bahwa demensia merupakan gangguan neurodegeneratif serius yang tidak dapat disimpulkan hanya dari kesalahan ucap atau perbedaan pernyataan dalam konteks kebijakan.


Demensia Memiliki Indikator Medis yang Jelas

Dalam dunia medis, demensia didefinisikan sebagai penurunan fungsi kognitif yang bersifat progresif dan menetap, meliputi gangguan memori, bahasa, serta kemampuan berpikir dan mengambil keputusan. Kondisi tersebut terjadi akibat kerusakan sel saraf otak dan umumnya berkembang dalam jangka waktu tertentu.

Kesalahan ucap sesaat atau perbedaan redaksi pernyataan dalam situasi berbeda tidak termasuk indikator klinis demensia. Aktivitas Presiden Prabowo yang dikenal padat, keterlibatan intens dalam pengambilan keputusan strategis, serta rutinitas fisik yang aktif justru dinilai sebagai faktor yang berperan menjaga kesehatan kognitif.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup aktif, disiplin fisik, dan keterlibatan mental yang berkelanjutan berkontribusi positif terhadap fungsi otak, sekaligus menurunkan risiko gangguan kognitif di usia lanjut.


Kebijakan Adaptif dalam Konteks Kepemimpinan

Terkait isu perubahan sikap Presiden Prabowo mengenai bantuan asing dalam penanganan bencana di Sumatra, pengamat menilai hal tersebut perlu dilihat dalam konteks kebijakan negara. Fleksibilitas dalam merespons situasi dinamis dinilai sebagai bagian dari strategi kepemimpinan, bukan indikasi inkonsistensi.

Sejak awal masa jabatannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kemandirian nasional, namun tetap membuka peluang kerja sama internasional berdasarkan prinsip kemanusiaan dan kepentingan rakyat. Pendekatan ini sejalan dengan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.

Adapun kesalahan penyebutan tahun saat pidato dinilai sebagai kekhilafan yang bersifat manusiawi, terutama dalam situasi kerja yang padat, dan tidak memiliki hubungan langsung dengan gangguan neurologis.


Kajian Ilmiah tentang Sinisme dan Kesehatan Otak

Sementara itu, sejumlah studi ilmiah justru menyoroti dampak sikap sinis berlebihan terhadap kesehatan otak. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology oleh peneliti University of Eastern Finland, Anna-Maija Tolppanen, menemukan adanya korelasi antara sinisme kronis dan peningkatan risiko demensia.

Penelitian tersebut menyebutkan bahwa individu dengan tingkat kecurigaan dan pandangan negatif yang tinggi terhadap lingkungan sosial cenderung mengalami penurunan kesehatan otak lebih cepat. Sikap sinis juga dikaitkan dengan stres berkepanjangan yang dapat berdampak pada fungsi kognitif.

Temuan ini sempat menjadi perhatian publik dalam beberapa tahun terakhir dan digunakan sebagai pengingat akan pentingnya menjaga kesehatan mental dalam kehidupan sosial dan politik.


Perlu Kritik Berbasis Data

Tudingan demensia terhadap Presiden Prabowo hingga saat ini tidak didukung bukti medis yang dapat diverifikasi. Di sisi lain, aktivitas pemerintahan yang berjalan aktif serta agenda kenegaraan yang padat menunjukkan kapasitas kepemimpinan yang masih berfungsi secara optimal.

Di tengah situasi bencana dan tantangan nasional, sejumlah pihak mengingatkan pentingnya menjaga ruang publik tetap sehat. Kritik dalam demokrasi dinilai sah, namun perlu disampaikan berdasarkan data, konteks, dan pertimbangan objektif agar tidak menimbulkan disinformasi.


Isu demensia yang berkembang di ruang publik lebih mencerminkan dinamika politik dan perdebatan opini dibandingkan temuan ilmiah. Kajian sains justru menekankan pentingnya menjaga sikap mental yang sehat demi kesehatan otak jangka panjang.

Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi, serta memprioritaskan perhatian pada upaya nyata penanganan bencana dan pembangunan nasional.***

šŸ”µFacebook🐦TwitterāœˆļøTelegram🟢WhatsApp

Berita Terkait

Ramai Dikaitkan Board of Peace AS, Ini Fakta Lelang WKP Geothermal Telaga Ranu di Maluku Utara

Ramai Dikaitkan Board of Peace AS, Ini Fakta Lelang WKP Geothermal Telaga Ranu di Maluku Utara

WARTASUNDA – Proyek Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Ranu kembali menjadi perbincangan di...

Video ā€˜Eksperimen Sosial’ Prabowo Viral, Pakar UII Jelaskan Perbedaan Kritik dan Penghinaan

Video ā€˜Eksperimen Sosial’ Prabowo Viral, Pakar UII Jelaskan Perbedaan Kritik dan Penghinaan

WARTASUNDA – Video yang diklaim sebagai ā€œeksperimen sosialā€ dengan menampilkan papan bergambar...

MUI Dukung Prabowo Gabung Board of Peace, Silaturahmi Istana Bahas Upaya Hentikan Penderitaan Palestina

MUI Dukung Prabowo Gabung Board of Peace, Silaturahmi Istana Bahas Upaya Hentikan Penderitaan Palestina

WARTASUNDA – Presiden Prabowo Subianto menggelar silaturahmi dengan pimpinan organisasi...

Prabowonomics Disuarakan di WEF Davos 2026, Prabowo Kritik Greedconomics dan Dorong Ekonomi Berkeadilan

Prabowonomics Disuarakan di WEF Davos 2026, Prabowo Kritik Greedconomics dan Dorong Ekonomi Berkeadilan

WARTASUNDA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjadi perhatian dalam forum World...

Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Perluas Akses Pendidikan Gratis bagi Keluarga Kurang Mampu

Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Perluas Akses Pendidikan Gratis bagi Keluarga Kurang Mampu

WARTASUNDA – Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34...

Awal Tahun 2026, Presiden Prabowo Tetap Bertugas di Wilayah Bencana Sumatera, Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat

Awal Tahun 2026, Presiden Prabowo Tetap Bertugas di Wilayah Bencana Sumatera, Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat

WARTASUNDA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengawali Tahun Baru 2026 dengan...