Pengangkatan Jumhur Hidayat Jadi Menteri, Pengamat Nilai Prabowo Utamakan Kapabilitas

Pengangkatan Jumhur Hidayat Jadi Menteri, Pengamat Nilai Prabowo Utamakan Kapabilitas

WARTASUNDA.COM – Pengangkatan Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup oleh Presiden Prabowo Subianto mendapat sorotan dari kalangan pengamat politik.

Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, menilai langkah tersebut menunjukkan bahwa Presiden Prabowo tidak menjadikan perbedaan politik sebagai hambatan dalam menentukan sosok menteri.

“Pesan politik dari pengangkatan Jumhur, tidak ada istilah dendam politik di dalam kamus politik Presiden Prabowo,” ujar Bawono, Selasa, 28 April 2026.

Menurut dia, Presiden lebih mengedepankan aspek kompetensi dan kebutuhan kabinet dibanding latar belakang politik seseorang.

“Demi menempatkan figur tepat dan kompeten sesuai bidang dan keahlian, maka semua diabaikan oleh Presiden Prabowo,” katanya.

Pengangkatan Jumhur menggantikan Hanif Faisol Nurofiq diumumkan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 27 April 2026.

Langkah tersebut sempat menjadi perhatian publik mengingat latar belakang politik Jumhur pada Pemilihan Presiden 2024 berada di kubu berbeda dengan Prabowo.

Saat itu, Jumhur diketahui terlibat dalam tim pemenangan pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.

Ia juga menjabat sebagai pimpinan di Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia yang mendukung pasangan tersebut.

Meski demikian, Bawono menilai perbedaan tersebut tidak menjadi penghalang bagi Presiden untuk tetap menunjuk Jumhur sebagai bagian dari kabinet.

“Fakta politik itu tidak lantas menutup keterbukaan hati serta pemikiran Presiden Prabowo untuk menunjuk Jumhur sebagai menteri di kabinet yang beliau pimpin,” ucapnya.

Ia menilai langkah tersebut mencerminkan pendekatan politik yang inklusif, dengan menempatkan profesionalitas sebagai pertimbangan utama dalam penyusunan kabinet.***

IKLAN KONTEN
728 x 90 atau 336 x 280