
KOMWAJA dan PAM Jaya Edukasi Warga Tanjung Priok Stop Air Tanah, Target Jakarta 100% Air Perpipaan
WARTASUNDA.COM – Upaya mengurangi penggunaan air tanah di Jakarta terus digencarkan.
Komunitas Warga Jaga Jakarta (KOMWAJA) bersama PAM Jaya menggelar sosialisasi kepada warga di Asrama Navigasi, RW 16, Kelurahan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak penggunaan air tanah sekaligus mendorong peralihan ke layanan air perpipaan sebagai solusi berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, pemerhati lingkungan Rachman Susanto Batjo menegaskan bahwa eksploitasi air tanah yang terus berlangsung telah memicu penurunan muka tanah di Jakarta.
“Penurunan tanah di Jakarta berkisar antara 5 hingga 10 cm per tahun, bahkan di beberapa wilayah mencapai 15 cm. Jika tidak dihentikan, ancaman Jakarta tenggelam pada 2050 menjadi hal yang nyata,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengambilan air tanah secara berlebihan menyebabkan kekosongan lapisan tanah yang kemudian memicu intrusi air laut.
Akibatnya, air tanah menjadi payau, merusak struktur bangunan, serta memperparah banjir rob karena permukaan tanah semakin rendah.
Target 100 Persen Air Perpipaan
Menanggapi persoalan tersebut, pemerintah mendorong pembatasan hingga penghentian penggunaan air tanah.
Saat ini, sekitar 82 persen wilayah Jakarta telah terjangkau jaringan perpipaan.
“Target kami adalah seluruh Jakarta dapat terlayani 100 persen air perpipaan,” ungkap perwakilan PAM Jaya.
Senior Manager Corporate & Customer Communication PAM Jaya, Gatra Vaganza, menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan inovasi layanan, termasuk menyederhanakan proses pendaftaran pelanggan.
“Kami memastikan prosedur berlangganan kini lebih mudah, transparan, dan tidak berbelit. Tujuannya agar semua masyarakat bisa mengakses air bersih,” jelasnya.
Warga Sampaikan Aspirasi
Sosialisasi ini juga menjadi ruang dialog interaktif antara warga dan pihak PAM Jaya.
Sejumlah warga menyampaikan berbagai masukan, mulai dari distribusi air, kualitas layanan, hingga teknis pemasangan sambungan baru.
Seluruh pertanyaan dijawab langsung oleh pihak PAM Jaya, sekaligus dicatat untuk ditindaklanjuti oleh tim teknis di lapangan.
Program ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendekatkan layanan kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas distribusi air bersih di ibu kota.
Sebagai dukungan, PAM Jaya juga menghadirkan program sambungan gratis bagi rumah tangga sederhana serta fasilitas sosial dengan prosedur yang lebih sederhana.
Dorongan Pengawasan dan Regulasi
Dalam sesi yang sama, perwakilan Lembaga Pemantau Kinerja Aparatur Birokrasi Indonesia (LP-KABIN), Hendraning Cipta, menekankan pentingnya penguatan pengawasan terhadap penggunaan air tanah.
Ia mendorong revisi peraturan daerah (Perda) guna mempertegas sanksi bagi pelanggaran, terutama di sektor pembangunan.
“Pengawasan harus dilakukan secara terintegrasi dan terukur. Masyarakat juga perlu berperan aktif melaporkan jika ada penggunaan air tanah yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Melalui edukasi ini, KOMWAJA dan PAM Jaya berharap kesadaran warga terus meningkat untuk beralih ke air perpipaan, demi menjaga keberlanjutan lingkungan dan mencegah risiko penurunan tanah di Jakarta.***



