
May Day 2026 di Monas, Presiden Prabowo Dengarkan Langsung Aspirasi Buruh
WARTASUNDA.COM ā Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 yang dipusatkan di Monumen Nasional (Monas) menghadirkan format berbeda, dengan keterlibatan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam mendengarkan aspirasi buruh.
Perubahan lokasi dan pendekatan kegiatan dari rencana aksi di kawasan DPR menjadi terpusat di Monas disebut merupakan hasil komunikasi antara perwakilan buruh dan pemerintah.
Dialog Awal Jadi Dasar Perubahan Format
Berdasarkan informasi di lapangan, perubahan strategi tersebut terjadi setelah pertemuan antara perwakilan buruh dan Presiden yang berlangsung sekitar 1,5 jam.
Dalam pertemuan itu, sejumlah isu ketenagakerjaan tetap disampaikan secara langsung oleh perwakilan buruh kepada pemerintah.
Aspirasi Buruh Disampaikan Terbuka
Dalam forum May Day di Monas, berbagai tuntutan kembali disuarakan di hadapan publik dan Presiden. Isu yang diangkat meliputi percepatan pembahasan RUU Ketenagakerjaan, evaluasi sistem outsourcing, serta persoalan upah.
Selain itu, perhatian terhadap pekerja informal seperti pengemudi ojek online hingga kebutuhan fasilitas pendukung, termasuk layanan penitipan anak (daycare), juga menjadi bagian dari aspirasi yang disampaikan.
Presiden terlihat mencatat sejumlah poin yang disampaikan dalam orasi perwakilan buruh di atas panggung.
Respons Awal Pemerintah
Sejumlah usulan yang disampaikan dalam forum tersebut disebut telah mendapat respons awal dari pemerintah.
Di antaranya rencana pembentukan satuan tugas pemutusan hubungan kerja (Satgas PHK) serta komitmen untuk menindaklanjuti sejumlah isu dalam proses perumusan kebijakan.
Format Berubah, Fungsi Aspirasi Tetap
Dengan kehadiran massa dalam jumlah besar, forum di Monas menjadi ruang terbuka bagi penyampaian aspirasi secara langsung kepada pengambil kebijakan.
Pendekatan ini dinilai sebagai bagian dari variasi strategi dalam gerakan buruh, di mana penyampaian tuntutan tidak hanya melalui aksi jalanan, tetapi juga melalui dialog langsung.
Perdebatan dan Persepsi Publik
Perubahan format peringatan May Day memunculkan beragam respons di masyarakat, termasuk di media sosial. Sebagian menilai pendekatan tersebut berbeda dari pola aksi sebelumnya.
Namun, secara keseluruhan, agenda penyampaian aspirasi tetap menjadi bagian utama dalam rangkaian kegiatan.
Momentum Komunikasi Terbuka
Peringatan May Day 2026 di Monas menjadi salah satu momentum komunikasi terbuka antara buruh dan pemerintah.
Forum tersebut memberikan ruang bagi penyampaian aspirasi secara langsung, sekaligus memperluas jangkauan publik dalam memahami isu-isu ketenagakerjaan yang disampaikan.***




