
Sumpah Pemuda dan Sumpah Prabowo: Pilar Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045
.
JAKARTA – Setiap 28 Oktober, bangsa Indonesia memperingati hari bersejarah yang menjadi tonggak lahirnya persatuan nasional: Hari Sumpah Pemuda.
Tahun ini, peringatan ke-97 momentum itu kembali mengingatkan bangsa akan tekad bersama yang diikrarkan para pemuda pada 1928 satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa: Indonesia.
Nilai-nilai persatuan dan gotong royong yang terkandung dalam Sumpah Pemuda menjadi fondasi moral perjuangan menuju kemerdekaan 1945.
Kini, hampir satu abad kemudian, semangat yang sama mengalir dalam komitmen baru yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto, yang oleh publik kerap disebut sebagai “Sumpah Prabowo.”
Dari Sumpah Pemuda ke Sumpah Prabowo
Pada 2023, Presiden Prabowo mengucapkan janji besar: “Tidak boleh ada anak Indonesia yang kelaparan.”
Janji tersebut bukan sekadar slogan politik, melainkan wujud nyata tekad untuk memastikan seluruh anak bangsa mendapatkan akses gizi, pendidikan, dan kesejahteraan yang merata.
Menurut Menteri Sosial Saefullah Yusuf, semangat Sumpah Pemuda relevan dengan arah pembangunan nasional yang kini dijalankan pemerintah.
“Semangat gotong royong ala Sumpah Pemuda sangat dibutuhkan untuk mendukung program strategis seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, serta penguatan ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Saefullah Yusuf dalam sambutannya menjelang peringatan Sumpah Pemuda 2025.
Ia menjelaskan, program Sekolah Rakyat dirancang untuk menekan angka kemiskinan dan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Upaya ini menjadi manifestasi nyata cita-cita para pemuda 1928: mencerdaskan kehidupan bangsa dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet RI menegaskan bahwa gagasan Sumpah Prabowo bukan sekadar simbol politik, melainkan ajakan untuk memperkuat kolaborasi nasional.
“Kekuatan Indonesia ada pada persatuan dan kerja bersama, sebagaimana dicontohkan para pemuda 97 tahun lalu,” ujarnya.
Momentum Persatuan untuk Indonesia Emas 2045
Peringatan Sumpah Pemuda 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali semangat kolektif bangsa di tengah perubahan zaman.
Pemerintah menilai, program-program unggulan seperti Sekolah Rakyat dan Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bentuk nyata pelaksanaan nilai-nilai Sumpah Pemuda memperjuangkan hak dasar setiap anak Indonesia untuk tumbuh sehat dan berpendidikan.
Program tersebut sekaligus menegaskan arah pembangunan jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045, visi yang menempatkan manusia Indonesia sebagai pusat kemajuan.
Dengan meneladani semangat persatuan para pemuda 1928 dan menghidupkan kembali nilai-nilai itu dalam Sumpah Prabowo, pemerintah berharap seluruh elemen bangsa bergerak bersama menuju masa depan yang adil, makmur, dan berkelanjutan.***
Berita Terkait

Penataan ASN SPPG–SPPI Diperketat, BGN Tegaskan PPPK Hanya untuk Jabatan Inti
WARTASUNDA – Pemerintah memperketat penataan Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui skema Pegawai...

Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Perluas Akses Pendidikan Gratis bagi Keluarga Kurang Mampu
WARTASUNDA – Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34...

MBG Tetap Berjalan Saat Libur Sekolah, Anggaran Bencana Aman dan Nutrisi Anak Tetap Terjaga
WARTASUNDA – Kontroversi muncul terkait usulan penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis...

Jejak Program Makan Bergizi Gratis di Era Soeharto yang Jadi Fondasi MBG Pemerintahan Kini
WARTASUNDA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini dijalankan pemerintahan...

Kementerian PU Bangun Sekolah Rakyat untuk Perluas Akses Pendidikan Berkualitas dan Terjangkau
WARTASUNDA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperluas pembangunan Sekolah Rakyat sebagai...

Kementerian PU Bangun SPPG Plus untuk Perkuat Program Makan Bergizi Gratis
. WARTASUNDA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan Sentra Pelayanan...