
Hubungan Soekarno–Soeharto dalam Pembebasan Irian Barat dan Pemulihan Ekonomi Indonesia
WARTASUNDA -Kisah perjuangan Indonesia merebut kembali Irian Barat dari Belanda menyimpan rekam jejak penting tentang hubungan kolaboratif antara Presiden Soekarno dan Mayjen Soeharto.
Kepercayaan Bung Karno kepada Soeharto saat menugaskannya sebagai Panglima Mandala menjadi bagian krusial keberhasilan operasi Trikora sekaligus menjadi fondasi awal pemulihan ekonomi nasional pada masa berikutnya.
Secara historis, Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Indonesia pada 27 Desember 1949, tetapi tidak termasuk Irian Barat.
Situasi tersebut memicu ketegangan diplomatik yang berlangsung lebih dari satu dekade. Sejak awal 1950-an, Soekarno mengupayakan penyelesaian sengketa melalui diplomasi.
Namun, sebagaimana dicatat berbagai sumber sejarah, Belanda tetap bersikukuh memasukkan Irian Barat sebagai bagian integral wilayahnya.
Kebuntuan diplomatik membuat Presiden Soekarno mengeluarkan Tiga Komando Rakyat (Trikora) pada 19 Desember 1961 untuk merebut kembali wilayah tersebut.
Pada Februari 1962, Soeharto ditunjuk langsung sebagai Panglima Mandala, posisi yang memberinya mandat penuh menjalankan strategi militer melalui tahapan infiltrasi, eksploitasi, hingga konsolidasi.
Strategi tersebut menjadi titik balik keberhasilan Indonesia dalam mengambil alih Irian Barat.
Sejumlah kajian mencatat bahwa pembebasan ini merupakan salah satu kemenangan moral dan politik terbesar Indonesia setelah kemerdekaan, serta menjadi tonggak penting integrasi wilayah nasional.
Sinergi dalam Menangani Krisis Ekonomi
Kolaborasi Soekarno dan Soeharto tidak hanya terlihat pada keberhasilan operasi Trikora.
Pada pertengahan 1960-an, Indonesia menghadapi krisis ekonomi berat dengan inflasi yang melampaui 500 persen.
Defisit anggaran dan pencetakan uang yang tidak terkendali membuat kondisi nasional semakin memburuk.
Dalam situasi tersebut, Presiden Soekarno mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada 11 Maret 1966, memberikan mandat kepada Soeharto untuk memulihkan stabilitas keamanan dan ekonomi.
Selanjutnya, Soeharto meluncurkan Program Pembangunan Lima Tahun (Pelita) yang menurut berbagai publikasi ekonomi, mendorong pertumbuhan ekonomi nasional rata-rata di atas 7 persen sepanjang 1970-an hingga awal 1990-an.
Beberapa analisis menilai bahwa sinergi kebijakan pada masa transisi kepemimpinan ini berkontribusi pada stabilitas ekonomi Indonesia pada periode berikutnya.
The Global Review (2024) bahkan menyebut kolaborasi keduanya sebagai pondasi penting bagi arah pembangunan nasional.
Dua Fase Penting dalam Sejarah Indonesia
Hubungan harmonis antara Soekarno dan Soeharto memberikan dampak signifikan dalam dua fase sejarah Indonesia:
- Pembebasan Irian Barat yang memperkuat keutuhan wilayah NKRI.
- Pemulihan ekonomi nasional yang mendorong Indonesia memasuki era stabilitas dan pertumbuhan.
Kepercayaan Soekarno kepada Soeharto menjadi bukti bahwa kolaborasi strategis antar pemimpin bangsa dapat menghasilkan perubahan besar bagi Indonesia.
Berita Terkait

Putri Jenderal Ahmad Yani: Soeharto Layak Disebut Pahlawan Bangsa
WARTASUNDA – Nama Jenderal Ahmad Yani selalu dikenang sebagai simbol keberanian dan pengabdian...

Jejak Harmonis Soeharto–Megawati yang Jarang Diungkap, Ini Pesan Penting Sang Ketua Umum
WARTASUNDA -Hubungan antara Presiden kedua RI, Soeharto, dan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati...

Ziarah ke Astana Giribangun: Driver Ojol dan Mahasiswa Jateng Belajar Keteladanan Soeharto
WARTASUNDA – Kompleks Astana Giribangun kembali dipadati peziarah pada Sabtu, 15 November...

Jusuf Kalla Tegaskan: Sumbangan Soeharto untuk Bangsa Lebih Banyak, Layak Dapat Gelar Pahlawan Nasional
. WARTASUNDA – Wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia,...

Presiden Prabowo Tetapkan Soeharto Sebagai Pahlawan Nasional di Hari Pahlawan 2025
WARTASUNDA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi menetapkan Presiden...

Mayoritas Publik Dukung Soeharto Diberi Gelar Pahlawan Nasional, Survei LSI dan Kedai Kopi Ungkap Fakta Menarik
WARTASUNDA – Wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia,...