Ustadz Kok Hobi Melaknat, Emang Nabinya Siapa?

Penjelasan ustadz hobi melaknat (sumber: istimewa)

Kisaran bulan Februari lalu, beranda Facebook dipenuhi geger seorang yang dinilai ustadz oleh beberapa kubu. Gegeran di medsos tersebut berawal dari bagian seorang ustadz yang diprotes ibu-ibu waktu ceramah.

Warta Sunda – Ibu-ibu tadi memprotes isi ceramah ustadz yang mengandung unsur kebencian dan hinaan. Di dalam ceramahnya, ia dengan mudah menyematkan panggilan haewan untuk orang lain yang beda pandangan politik dengannya.

Ibu tersebut berusaha Memperingatkan dengan baik bahwa perilaku ustadz seperti itu tidak patut dipertontonkan ke publik. Akan tetapi, sang ustadz bahkan tidak berterimakasih, malah menghardik ibu-ibu tadi. Ironi bukan?

Baca: Parah! Sugi Nur Mark Up Surat Al-Isra Ayat 176

Fakta ustadz yang hobi mencela dan melaknat orang lain hari ini berlimpah ruah di media sosial. Berpakaian komprehensif atribut keislaman laiknya orang Arab, ia sering mengeluarkan fatwa-fatwa kebencian yang menjustifikasi selain kelompoknya.

Menyebut saja salah satunya ialah Maaher Thuwailibi. Di media sosial, ia kerapkali memaki orang lain yang tidak sejalan dengan pendapatnya. Tidak jarang laknat dan janji serapah keluar dari mulutnya.

Fenomena tersebut amat disayangkan keluar dari seseorang yang katanya dinilai selaku ustadz. Karena, perilaku itu bertentangan dengan apa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Terlebih lagi perkataannya diimani dan diikuti oleh pengikut fanatiknya.

Nabi Saw mengajarkan untuk umatnya bahwa ajaran Islam yang full kasih sayang, bukan hobi melaknat dan mencela. Nabi bersabda:

إِنِّي لَمْ أُبْعَثْ لَعَّانًا وَإِنَّمَا بُعِثْتُ رَحْمَةً

“Sesunguhnya saya tidak diutus selaku tukang melaknat, sesungguhnya saya diutus cuma selaku rahmat”.

Sabda nabi di atas mengatakan dengan tegas bahwa Rasulullah diutus bukan untuk melaknat, akan tetapi menampilkan sikap kasih sayang untuk sesama makhluk. Dari sini dapat diketahui bahwa esensi ajaran agama ialah rahmat.

Baca: Janganlah Hobi Melaknat, Walaupun Untuk Non Muslim

Beliau juga Memperingatkan bahwa bahaya orang yang hobi melaknat akan kembali untuk dirinya sendiri. Bahkan, saking besarnya perkara laknat, nabi menyamakan dosa melaknat orang lain seperti membunuhnya.

Rasulullah Shallallahu SAW bersabda : “Siapa yang melaknat seorang Mukmin maka ia seperti membunuhnya ” (HR. Bukhari).

Di dalam hadis lain disebutkan,

وَلَعْنُ الْمُؤْمِنِ كَقَتْلِهِ

“Pelaknatan kepada seorang mukmin seperti membunuhnya” (HR. Bukhori dan Muslim).

Larangan melaknat, mendoakan jelak dan mencaci baik ditujukkan untuk dirinya sendiri, kerabat atau bahkan orang lain. Jikalau sekarang ada ustadz yang hobi melaknat dan mencela orang lain, layak dipertanyakan ia ikut nabinya siapa? [Warta Sunda/in]

Source link

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *