Tidak Sudi Terlibat Perang Yaman, Serikat Buruh Italia Tolak Muat Senjata ke Kapal Saudi

Arrahmahnews.com, GENOA – Serikat buruh Italia sudah Tidak mau untuk memuat kargo ke kapal Saudi yang membawa senjata, selaku protes kepada agresi Riyadh ke Yaman. Para buruh dermaga itu melancarkan pemogokan, Tidak mau untuk bekerja sampai kapal meninggalkan pelabuhan di Genoa.

Sementara kapal Arab Saudi, Bahri-Yanbu, diperkirakan akan berangkat ke Jeddah pada akhir hari, tampaknya pengiriman mungkin berakhir agak terlambat. sesudah usaha gagal untuk memuat kargo di Italia. Kapal itu disambut oleh spanduk dan protes tatkala Sampai di pelabuhan pada Hari Senin.

Para buruh ini berkoalisi dengan para aktivis hak asasi manusia yang menentang pemuatan kargo ke kapal sebab kuatir pasokan itu akan dipakai menyerbu warga sipil di Yaman. Para demonstran membawa bermacam plakat yang menentang perang dan perdagangan senjata.

Baca: Abdulmalik Houthi: Kejahatan Berkelanjutan Saudi Tidak Dapat Runtuhkan Keteguhan Bangsa Yaman

“Kami tidak akan terlibat dalam apa yang terjadi di Yaman,” kata para pemimpin serikat buruh dalam sebuah pernyataan yang dilansir Russia Today, Senin (20/05).

Pejabat pelabuhan mengakui bahwa kargo generator listrik yang dikhawatirkan pemrotes dapat dipakai untuk maksud angkatan bersenjata itu sudah dihalangi untuk dibawa ke kapal, tetapi menjelaskan beberapa barang yang tidak kritis masih akan dimuat. Pemimpin serikat Direncanakan untuk berjumpa dengan para prefek pelabuhan untuk membicarakan kebuntuan ini.

Kapal itu sarat dengan senjata di Belgia, tetapi sukses diblokir dari mengambil senjata tambahan di pelabuhan Prancis selaku hasil dari protes serupa.

Baca: Anak kecil jadi Korban, PBB kritik keras Serbuan Udara Saudi ke Yaman

PBB menggambarkan perang yang dipimpin Saudi selama 4 tahun selaku bencana kemanusiaan terburuk di dunia waktu ini, dengan hitungan total kematian diperkirakan akan mencapai 230.000 pada akhir tahun. Gerakan 5-Bintang Italia, bagian dari gabungan yang condong pada pemerintah berkuasa, sudah berjuang untuk mengakhiri perjanjian senjata pemerintah dengan kerajaan Saudi selama bertahun-tahun. (ARN)

shared by alfiani wardah

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *