Tafsir Surat Al-Maidah Ayat 2, Sikap Tolong Menolong

Penjelasan kandungan Surat al-Maidah ayat 2 (sumber: istimewa)

Surat al-Maidah ayat 2 membincang mengenai hal sikap saling tolong menolong. Di dalam Surat al-Maidah ayat 2 dijelaskan, perilaku tolong menolong Adalah kunci membangun kesuksesan di dunia dan akhirat.

Warta Sunda – Sikap tolong menolong yang diajarkan Surat al-Maidah ayat 2 ini berhubungan dengan kebajikan. Artinya, Islam memotivasi umatnya untuk saling membantu 1 sama lain dalan hal kebaikan dan segala perbuatan yang berguna bagi orang lain.

Surat al-Maidah ayat 2 mengajarkan ke ummat Islam kebaikan yang dikerjakan secara berbarengan akan berdampak lebih besar pula. Karena, pekerjaan yang dilakerjakan dengan gotong royong mempunyai spirit kebersamaan yang kuat, sampai dampaknya tersebut kian cepat menyebar luas.

Baca: Tafsir Surat An-Nahl Ayat 125, Metode Dakwah Islam

Di samping itu, Surat al-Maidah ayat 2 juga mengatakan dengan tegas bahwa sikap saling tolong menolong Adalah pondasi dalam membangun kerukunan hubungan antar entitas warga. Sebab, tolong menolong mencerminkan segala perilaku yang memberi manfaat pada orang lain. Yaitu, saling membantu untuk meringankan beban orang lain dengan melaksanakan suatu tindakan nyata.

Tolong menolong dalam kebaikan dapat mewujudkan terciptanya kedamaian bagi ummat manusia. Sikap hidup saling tolong menolong Adalah kunci tips hidup tentram di manapun kita Ada. Oleh sebab itu, Islam amat menganjurkan pembiasan berprilaku ringan tangan semenjak kecil.

Peran guru dan orang tua juga amat penting untuk berlangsungnya penanaman sikap ini. Sikap saling tolong menolong sejalan pesan yang terkandung dalam Surat al-Maidah ayat 2.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تُحِلُّواْ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ وَلَا ٱلشَّهۡرَ ٱلۡحَرَامَ وَلَا ٱلۡهَدۡيَ وَلَا ٱلۡقَلَٰٓئِدَ وَلَآ ءَآمِّينَ ٱلۡبَيۡتَ ٱلۡحَرَامَ يَبۡتَغُونَ فَضۡلٗا مِّن رَّبِّهِمۡ وَرِضۡوَٰنٗاۚ وَإِذَا حَلَلۡتُمۡ فَٱصۡطَادُواْۚ وَلَا يَجۡرِمَنَّكُمۡ شَنَ‍َٔانُ قَوۡمٍ أَن صَدُّوكُمۡ عَنِ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ أَن تَعۡتَدُواْۘ وَتَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰۖ وَلَا تَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٰنِۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah engkau menabrak syi’ar-syi’ar Allah dan jangan menabrak kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang berkunjung baitullah tengah mereka mencari kurnia dan keridhaan dari Tuhannya dan apabila engkau sudah menuntaskan ibadah haji, Maka bolehlah berburu.

Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) ke sesuatu kaum sebab mereka menghalang-halangi engkau dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (ke mereka). Dan tolong- menolonglah engkau dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah engkau ke Allah. Sesungguhnya siksa Allah Amat berat” (QS. al-Maidah ayat: 2).

Baca: Metode Pembelajaran di Dalam Al-Quran

Surat al-Maidah ayat 2 di atas mengatakan dengan tegas bahwa sikap saling tolong menolong yang dibenarkan dalam Islam ialah menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Tolong-menolong dalam hal kemungkaran dan keburukan tidak diperkenankan dalam Islam.

Islam mengajarkan bahwa kemarahan dan kebencian itu mutlak hak diri saban manusia, tapi ajaran tersebut memberi kewajiban supaya dengan adanya kemarahan dan kebencian tersebut tidak memicu perbuatan menganiaya ataupun menindas yang lainnya.

Suatu hal yang tidak baik hendaklah tidak dibalas dengan hal yang tidak baik juga. Dalam hal ini, Nabi Muhammad SAW mengajarkan bahwa saban kebaikan yang ditunaikan juga akan dibalas kebaikan oleh Allah SWT.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا دعا المسلم لأخيه بظهر الغيب قال الملك الأمين ولك مثله

“Apabila seorang Muslim mendoakan saudaranya di luar pengetahuan, maka berdoa Malaikat: semoga doamu dikabulkan dan engkau pun semoga memperoleh yang seperti itu” (Ibnu Katsir, Derajat Hadits-hadits (Hadits Shahih, Hasan, Dhaif, Maudhu‟i), hal. 214).

Dengan tidak membalas suatu kejahatan yang ditunaikan orang lain sama halnya dengan menutup kekhilafan orang lain. Sebab sebenarnya dalam ajaran Islam yang dibawa Nabi Saw mengajarkan supaya saban individu untuk saling memberi pertolongan dalam kebaikan bukan keburukan, menutup cela orang lain bukan mengumbar-ngumbarnya.

Baca: Tafsir Surat al-Baqarah Ayat 21, Ajakan Beribadah Ke Allah

Begitupula dalam segi kemanusiaan, menolong Adalah kesediaan seseorang dalam hal memberikan sokongan ialah yang tergerak hatinya. Karena, dalam diri manusia tersimpan rasa empati serta peduli kepada orang lain.

Terlebih lagi, manusia selaku makhluk sosial tidak tidak dapat hidup tanpa sokongan orang lain. Tolong-menolong ialah kunci terciptanya berhasil bermasyarakat dan bersosial. [Warta Sunda/in]

Source link

You might like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *