Salah Bandingkan Petisi FPI dan OPM, Hidayat Nur Wahid Diluruskan Gus Nadir

Hidayat Nur Wahid (HNW) dan Nadirsyah Hosen. Foto: Istimewa.

Warta Sunda – Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid angkat bicara soal munculnya petisi penyetopan ijin Front Pembela Islam (FPI) yang akan habis pada Juni 2019 yang akan datang. Menurut HNW, masarakat yang menyokong FPI lebih banyak daripada yang tidak menyokong.

Baca juga: 200 Ribu Orang Lebih Tanda Tangan Petisi Ijin FPI Dihentikan

“Kalaupun ada 100 ribu yang menyetujui petisi semacam itu, akan ada sejuta lebih yang akan menyokong FPI,” kata HNW, Rabu (08/05/2019) dilansir dari Viva.co.id.

HNW lantas mempersoalkan balik apa kekhilafan FPI sampai kehadirannya ditentang. HNW membandingkan keberadaan FPI dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

“Kok tidak ada yang buat petisi bubarkan OPM? FPI bahkan senantiasa menekankan mengenai hal sokong NKRI, menyokong pemberantasan korupsi, menyokong penegakan hukum, menyokong pemberantasan narkoba,” katanya.

Menguping komentar HNW yang membandingkan FPI dengan OPM, Rois Syuriah PCI NU Australia Nadirsyah Hosen serasa tidak percaya.

“Ini beneran Syekh @hnurwahid bilang begini?” kata Gus Nadir di Twitter dengan melampirkan komentar HNW yang tayang di Viva.co.id.

Gus Nadir lantas meluruskan, OPM tidak terdaftar legal di pemerintah. Yang terjadi bahkan OPM diperangi sebab mau merebut wilayah NKRI. Dengan begitu, kata Gus Nadir, membandingkan Perkara FPI dengan OPM bagian dari qiyas yang salah atau salah jalur.

“Syekh, OPM itu tidak terdaftar legal di pemerintah RI, gimana mau dibubarkan? Yang terjadi malah diperangi sebab mau merebut wilayah sah NKRI. Jadi, afwan, Syekh mau mengqiyaskan OPM dengan petisi pembubaran FPI itu qiyas ma’al fariq,” kata Gus Nadir, menerangkan. [Warta Sunda/pin]

Source link

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *