WARTASUNDA – Pemerintah membantah kabar yang beredar di media sosial mengenai rencana penutupan gerai Alfamart dan Indomaret seiring peluncuran program 80 ribu Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan kementeriannya tidak pernah membahas penutupan gerai ritel modern yang telah beroperasi. Menurut dia, yang tengah dikaji adalah pembatasan izin pembukaan gerai baru di desa.
“Kami tidak pernah berbicara soal menutup gerai yang sudah berjalan. Yang didorong adalah moratorium izin baru di desa agar koperasi desa punya ruang untuk tumbuh,” kata Ferry dalam keterangan terpisah.
Ia menyebut kebijakan tersebut dimaksudkan untuk memberi kesempatan bagi koperasi desa berkembang sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok berbasis komunitas. Pemerintah, kata dia, ingin menciptakan persaingan yang lebih seimbang antara koperasi dan jaringan ritel besar di wilayah pedesaan.
Senada dengan itu, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menilai isu penutupan ritel modern tidak berdasar. Ia menegaskan kebijakan yang disiapkan bukan untuk mematikan usaha ritel, melainkan menata rantai distribusi agar tidak terjadi dominasi pasar.
“Kita tidak mematikan siapa pun. Yang kita lakukan adalah pemerataan rantai bisnis supaya UMKM desa tidak tersisih,” ujarnya.
Muhaimin menambahkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah selama ini menyerap mayoritas tenaga kerja nasional. Karena itu, penguatan koperasi desa dinilai sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat basis ekonomi masyarakat.
Program Kopdes Merah Putih menargetkan pembentukan 80 ribu koperasi desa di seluruh Indonesia. Pemerintah menargetkan sekitar 27 ribu unit bangunan fisik koperasi dapat rampung pada April 2026.
Sejumlah daerah sebelumnya memang telah menerapkan pembatasan ekspansi ritel modern untuk melindungi pelaku usaha lokal.
Namun kebijakan tersebut umumnya berupa pengaturan izin baru, bukan penutupan gerai yang telah beroperasi.
Pemerintah mengimbau masyarakat agar memeriksa informasi dari sumber resmi sebelum mempercayai kabar yang beredar di media sosial.



