Pembacaan Tujuh Poin Deklarasi Tolak HTI di Masjid Agung Purwakarta Disambut Teriakan Shalawat

Deklarasi Tolak HTI di Masjid Agung Purwakarta, Selasa (31/07/2019). Foto: Istimewa.

Warta Sunda – Geger pengibaran bendera Tauhid khas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Masjid Agung Puwakarta beberapa waktu lalu disikapi serius. Sejumlah elemen warga dan publik figur agama yang dikomandani Majlis Ulama Indonesia (MUI) Surakarta menggelar deklarasi bersama-sama Tidak mau HTI. Deklarasi Tidak mau ormas terlarang tersebut berlangsung di Depan Masjid Agung Purwakarta, Selasa (30/07/2019).

Baca juga: Masalah Bendera HTI di Masjid Agung Purwakarta, Ansor dan PCNU Datangi Bupati

Ada tujuh poin deklarasi yang dibacakan. Dalam Video Recording yang diposting Chanel Youtube Santri Kalong, tujuh poin deklarasi itu selaku berikut:

Baca :
Felix Makin Frontal, Tuduh Seluruh yang Berhubungan dengan Islam akan Dihapus

Ke-1, menekankan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Adalah tekad bulat dan Komitmen yang telah final dengan Pancasila selaku ideologi yang selalu wajib dibela sampai titik darah penghabisan.

Ke-2, semua gerakan dan atribut yang merongrong NKRI dengan propaganda atas dalih apapun wajib di hapuskan dari NKRI.

Ketiga, kondusifitas Indonesia khususnya Purwakarta jadi tekad bulat bersama-sama selaku 1 bangsa untuk dijaga dan dipertahankan bersama-sama.

Ke-4, Tidak mau dengan tegas keberadaan HTI dan semua gerakan serta atributnya di Purwakarta dan meminta pemerintah dan penegak hukum untuk menindak secara tegas kepada praktek-praktek aktivitas dan simbol-simbol HTI di wilayah Kabupaten Purwakarta.

Kelima, mendesak pemerintah untuk menindak secara tegas kepada praktik-praktik dan aktivitas HTi dan simbol HTI di Puwakarta.

Baca :
Gus Mus Puji Mentri Susi, Eks Alumni 212 Faisal Assegaf Seword Tanpa Adab

Keenam, kalau aparat hukum tidak bertindak tegas maka siap Memperingatkan kembali dan membantu aparat untuk menegakkan hal tersebut

Ketujuh, meminta untuk semua warga Puwakarta supaya waspada apabila menyaksikan dan menguping praktik yang bertentangan dengan Pancasila.

Pembacaan poin deklarasi dipimpin oleh bagian pengurus GP Ansor Surakarta. Akhir pembacaan deklarasi disambut teriakan Shalawat untuk Nabi Muhammad. “Allahumma Solli Alaa Muhammad,” teriak para hadirin yang datang.

Deklarasi tolak HTI di Purwakarta Adalah respon atas pengibaran bendera Tauhid khas HTI di Depan Masjid Agung Purwakarta beberapa waktu lalu. Di Twitter, foto pengibaran bendera diposting oleh Akun Facebook Yudhistira Adi Maulana, Juma’at (26/07/2019). [Warta Sunda/pin]

Baca :
Massa Bersorak, Waktu Gus Muwafiq Tegas Tidak mau Bendera Hizbut Tahrir

Source link

You might like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *