Oknum FPI Kalsel Hujat Ulama Banjarmasin Sebab Nikahkan Syarifah dengan Non-Habib

Tangkapan layar video dan foto yang diposting akun NetizenNU Kalsel, Senin (09/09/2019).

Warta Sunda – Oknum FPI bernama Mahdi bin Yahya yang menjabat selaku Ketua Dewan Tanfdizi FPI Kalsel, diketahui sudah menghujat ulama Banjarmasin bernama Guru Zuhdiannor Banjarmasin.

Hujatan tersebut ditulis oleh Mahdi bin Yahya melalui akun Facebooknya, yang diadukan oleh akun NetizenNU Kalsel, Senin (09/09/2019).

Kecuali Mahdi bin Yahya, disebut juga nama Imam FPI Kalsel Zakaria Bahasyim. Keduanya dikatakan sudah menumpahkan minyak lagi ke api yang telah meredup.

“Dan sekarang Anda semua mulai menumpahkan minyak lagi ke api yang telah meredup..Dan sasaran Anda semua kali ini ialah Al Mukarrom Guru Zuhdiannor…Lagi lagi Imam FPI Kalsel Zakaria Bahasyim dan Ketua Dewan Tanfdizi Mahdi Bin Yahya yang memulai,” tulis NetizenNU Kalsel.

Akun NetizenNU Kalsel juga membagikan video tindakan FPI Barabai Kalsel yang sebelumnya sudah menghardik Guru Fahmi Zam Zam.

“Kami tidak akan pernah lupa dengan yang ditunaikan sebelumnya kepada Guru Fahmi Zam Zam,” ujarnya, membagikan link video berikut:

Dalam video tersebut, diketahui nama Mahdi bin Yahya dan Zakaria Bahasyim juga terlibat.

walau seperti ini, dalam video yang beredar, Guru Zuhdiannor sudah mengumumkan bahwa beliau meminta maaf.

Akun Syaerazi Ahmed menilai, pernyataan maaf Guru Zuhdiannor tersebut Adalah sebuah permintaan yang disengaja oleh pihak lain.

“Terulang lagi, dimana guru guru kita diminta mengumumkan kekhilafan atau memohon maaf dan direcord lalu di viralkan untuk menimbulkan Citra seolah2 beliau amat bersalah.. Semoga Allah angkat derajat guru2 kita pasca kejadian ini,” tulisnya mengomentari NetizenNU Kalsel.

Laporan yang diterima Warta Sunda, ada seorang Syarifah bernama Zahra Alhabsyi yang menegur Mahdi bin Yahya supaya tidak berbuat rusuh.

Akan tetapi, Mahdi lalu membikin status Facebook seperti ini:

Gara-gara postingan akun NetizenNU Kalsel tersebut, adminnya diketahui juga sempat difatwakan oleh Mahdi supaya dilacak dan ditangkap.

[Warta Sunda/gg]

Source link

You might like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *