Ngakak, NUGL: Di Dunia Maya #BubarkanBanser di Dunia Nyata Malah HTI yang Bubar

Banser NU. Foto: Istimewa.

Warta Sunda – Tagar #BubarkanBanser yang dikompori pembenci NU dijadikan sindiran dan lelucon oleh NU Garis Lucu (NUGL).

“Di Dunia Maya #BubarkanBanser di Dunia Nyata Malah HTI yang Bubar,” tulis NUGL di Twitter, Ahad (25/08/2019) dengan emot econ ngakak.

Kicauan NU GL memperoleh tanggapan dari netizen. Sampai berita ini ditulis, kicauan tersebut telah diretweet 968 kali dan memperoleh 2.5 ribu like. Ada banyak komentar bermunculan.

“Kenapa kalo (NUGL, Red) ngetweet senantiasa benar sekali, padahal kebenaran milik HTI beserta antek anteknya, loh eh,” kata akun bernama Suka Screenshot.

“Yahh saya Perkiraan tagar itu dibuat oleh oknum FPI yang otaknya kebalik,” kata akun bernama Acunx.

Menurut Akun Yusuf DumDum gerombolan HTI, FPI, dan PKI boleh saja bersuara minta Banser di Bubarkan di dunia maya. Tetapi, seperti dikatakan NU GL, di dunia nyata bahkan HTI yang bubar. Dia menduga sebentar lagi FPI juga bubar.

Yusuf juga meminta supaya orang-orang menyaksikan bahwa yang sesungguhnya ditolak di Papua bukan Banser. Tetapi HTI dan FPI.

“Gerombolan HTI – FPI- PKI boleh sja bersuara minta #BUBARKANBANSER di dunia maya, tapi nyatanya HTI yang bubar dan bentar lagi FPI juga akan bubar. Nih lihat siapa yang ditolak secara legal oleh pemprov Papua,” tulisnya dengan tagar #BanserUntukNegeri

Yusuf Dumdum juga melampirlkan link berita yang mengumumkan bahwa masarakat Papua Tidak mau FPI dan HTI. Penelusuran Warta Sunda, pemerintah Provinsi Papua sungguh mengumumkan sikap legal Tidak mau kehadiran kubu maupun organisasi kemasyarakatan (Ormas) radikal islam seperti Forum Pembela Islam (FPI) maupun Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Penolakan tersebut disampaikan langsung oleh Pemprov Papua Gubernur Papua Lukas Enembe dalam acara ramah tamah bareng Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) di kediaman Pdt. Lipiyus Biniluk, Sentani Kabupaten Jayapura.

Pemprov Papua Tidak mau HTI dan FPI sebab organisasi islam tersebut dianggap berkemungkinan tinggi menimbulkan konflik suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) di Bumi Cenderawasih.

โ€œMakanya kami kita seluruh mesti setuju tolak keberadaan FPI dan HTI,โ€ katanya dilansir dari Papua.go.id

โ€œPapua semenjak dahulu telah damai bahkan kerukunan antar suku dan agama terpelihara dengan baik. Oleh karena itu, kita mesti setuju jangan ada organisasi seperti ini datang di Papua,โ€ jelas dia,” katanya. [dutaslam.com/pin]

Source link

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *