Netanyahu kritik keras Uni Eropa Sebab Pertahankan Perdagangan dengan Iran

TEL AVIV – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengkritik keras negara-negara Eropa sebab berkoalisi dengan mekanisme baru untuk mempertahankan perdagangan dengan Iran meski ada sanksi AS.

Dalam sebuah video yang diumumkan pada hari Minggu, Netanyahu menjelaskan negara-negara Eropa “wajib malu pada diri mereka sendiri” sebab melaksanakan perdagangan dengan Iran. Ia juga mengumumkan bahwa mereka memungkinkan Teheran “untuk mengembangkan senjata nuklir.”

Minggu lalu, Belgia, Denmark, Finlandia, Belanda, Norwegia, dan Swedia Mempublikasikan bahwa mereka akan berkoalisi dengan mekanisme perdagangan non-dolar dengan Iran.

Baca: Menteri Pertahanan Baru Israel Dalang Serbuan Besar-besaran di Suriah

Inggris, Prancis, dan Jerman Mempublikasikan pembentukan sistem yang disebut Instrumen untuk Menyokong Pertukaran Perdagangan (INSTEX), pada bulan Januari.

Baca :
Pemimpin Tertinggi Iran: Amerika Musuhi Iran semenjak Awal

INSTEX diinginkan dapat menghindari sanksi Amerika Serikat yang mulai diberlakukan kembali kepada Iran sesudah meninggalkan Komitmen nuklir.

Beberapa jam sesudah pernyataannya, Netanyahu berbicara dengan Presiden AS Donald Trump di telepon dan membicarakan Sangkaan “ancaman dari Iran.”

Iran sudah mentaati perjanjian internasional 2015 sampai AS Mundur dari Komitmen pada Mei tahun lalu dan menerapkan kembali sanksi ekonomi.

Para penandatangan Eropa untuk perjanjian itu sudah berusaha menemukan cara untuk membantu Teheran menghindari pembatasan AS. Iran menaikkan intimidasi pada Eropa, dengan secara berangsur berjalan menjauh dari tekad bulat nuklirnya.

Baca: Pimpinan Hamas Mulai Tur ke Luar Negeri termasuk Rusia

Keputusan enam negara Eropa tampaknya diambil untuk menenangkan Republik Islam Iran yang menjelaskan kesabarannya berakhir sesudah setahun hidup di bawah sanksi AS.

Baca :
Dahnil Anzar Minta Maaf Ke Penyokong 02 dan 01

Pada bulan Mei, Iran memprakarsai serangkaian tindakan pencegahan kepada penarikan Washington dari perjanjian nuklir, dan kegagalan Eropa untuk menjamin kepentingan bisnis Teheran berdasar perjanjian tersebut. (WS)

Warta Batavia by alfiani wardah

You might like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *