Moskow Siap Tangkal Serbuan AS

MOSKOW – Rusia siap untuk menangkal kemungkinan usaha Amerika Serikat (AS) untuk mengacaukan situasi tetapi akan menahan diri untuk tidak menyampaikan misilnya ke mana pun sampai AS melakukan langkah serupa. Hal itu dikatakan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov.

“Presiden Rusia (Vladimir Putin) menerangkan pada 2 Februari bahwa, dipandu oleh pendekatan bertanggung jawab kami untuk memastikan perdamaian dan keamanan global, kami meluncurkan aktifitas ilmiah, pemeriksaan dan pengembangan untuk menciptakan rudal jarak menengah sehingga kami dapat Menyuruh berangkat calon rudal AS, yang produksinya telah masuk tahap lanjut,” kata Ryabkov dalam pidatonya di majelis rendah parlemen Rusia.

“Pada waktu yang sama, Rusia akan menjauhkan diri dari penempatan unit (rudal) kami di mana saja sampai Amerika Serikat melakukannya,” imbuhnya seperti disitir dari Sputnik, Rabu (19/6/2019).

Pernyataan Ryabkov muncul sesudah Vladimir Dzhabarov, wakil ketua komite urusan luar negeri majelis tinggi Rusia menerangkan sehari sebelumnya bahwa Moskow akan menaikkan power militernya di tapal batas barat negara itu sebagai langkah pembalasan ke langkah AS untuk menyampaikan lebih banyak Prajurit ke Polandia. Pejabat itu juga Menekankan bahwa Rusia akan membalas jika berhadapan dengan serbuan dari wilayah Polandia.

Minggu lalu, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Polandia Andrzej Duda setuju bahwa Amerika Serikat akan membentuk skuadron pengintai drone MQ-9 Reaper di Polandia dan memposisikan 1.000 serdadu AS tambahan; langkah ini diinginkan akan didanai oleh Warsawa.

Baca juga: Trump Akan Kirim 1.000 Lebih serdadu AS ke Polandia

Baru-baru ini, beberapa spekulasi soal planning AS untuk mendirikan pangkalan angkatan bersenjata di Polandia muncul waktu pihak berwenang Polandia mengutip Sangkaan ancaman Rusia sebagai bagian argumentasi untuk membangun militernya. Moskow, pada bagiannya, telah beberapa kali Menekankan bahwa mereka tidak akan pernah menyerbu anggota NATO.

Menurut Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, NATO sadar Moskow tidak mempunyai planning untuk menyerbu siapa pun dan mempergunakan ancaman yang Disangka sebagai argumentasi untuk mengerahkan lebih banyak Prajurit di dekat tapal batas Rusia.

Pada hari Selasa, majelis rendah parlemen Rusia (Duma Negara) mengesahkan pada sidang paripurna sebuah RUU yang menangguhkan Perjanjian serdadu Nuklir Jangka Menengah Rusia-AS (INF).

“Majelis tinggi parlemen Rusia akan membahas RUU itu pada 26 Juni dan anggota parlemen kemungkinan akan mendukungnya,” kata anggota parlemen senior Rusia, Sergei Tsekov.

“Jika dokumen-dokumen dari Duma Negara siap, dan saya pikir mereka pasti akan, maka kita akan membahas ini pada sesi pada 26 Juni,” kata Tsekov, Menekankan bahwa anggota dewan majelis tinggi akan memilih menyokong RUU tersebut.

“Semua orang telah lama menyadari situasi ini, dan semua orang memahaminya. Keputusan itu diambil sebagai tanggapan ke penarikan de facto AS dari INF,” Tsekov menambahkan.

Ini terjadi sesudah Presiden Rusia Vladimir Putin menyerahkan RUU itu ke majelis rendah pada akhir Mei.

Amerika Serikat secara legal menangguhkan kewajibannya berdasar Perjanjian INF pada 2 Februari, atas Sangkaan pelanggaran oleh Rusia, dan memicu proses penarikan enam bulan. Rusia membantah tudingan itu, dengan menerangkan bahwa Washington-lah yang menabrak Tekad bulat, diteken pada 1987.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyepakati dekrit 4 Maret soal penangguhan partisipasi Rusia dalam Perjanjian INF.

(ian)

Warta Batavia by alfiani wardah

You might like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *