Mimpi Kelahiran NU dari Madura, Ini Pesan PBNU ke Kader NU di Madura

Konsolidasi NU Madura Raya. Foto: Istimewa.

Warta Sunda – Koordinator Daerah (Korda) Nahdlatul Ulama Madura Raya menggelar Konsolidasi dan Dialog Kebangsaan Pengurus NU se-Madura di Pendopo Pratanu, Kantor Dinas Bupati Bangkalan, Sabtu (05/10/2019). Konsolidasi untuk memperkokoh persatuan antara pengurus NU dan figur publik Madura yang meliputi 4 kabupaten yaitu ialah Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep.

Acara dihadiri Bupati Bangkalan sekaligus A’wan PWNU Jawa Timur R Abdul Latief Amin. Kelihatan pula Ketua Ikatan Famili Madura (Ikama) Pusat, H Rawi. Datang juga dalam acara tersebut Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Marsudi Syuhud.

Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini menerangkan bahwa NU didirikan atas dasar 4 pilar, di antaranya kebangkitan nasionalisme yang dikembangkan melalui pendidikan yaitu madrasah Nahdlatul Wathan.

“Ke-2, melalui kebangkitan pemikiran atau Nahdlatul Fikri yang juga disebut dengan Taswirul Afkar. Dan ketiga ialah kebangkitan perekonomian atau Nahdlatut Tujjar,” ungkapnya. Adapun yang ke-4 melalui peran internasional, yang diawali dengan dibentuknya Komite Hijaz, lanjutnya.

“Karenanya, NU senantiasa bergerak atas dasar 4 pilar ini,” tegasnya.

KH Marsudi Syuhud menerangkan sepak terjang PBNU yang kadang disalahpahami oleh masyarakat NU atau Nahdliyin di bawah, seperti aktifitas beberapa pengurus yang sering melaksanakan Lawatan kerja ke luar negeri.

“Itu sesungguhnya ialah amanah 4 pilar berdirinya NU tadi, dan yang teranyar dengan kampanye perdamaian dunia melalui Islam Nusantara yang disampaikan ke bermacam negara di dunia,” terangnya.

Dirinya lantas menerangkan bahwa semenjak dulu Gus Dur mengajari mengenal figur publik dunia.

“Makanya PBNU sekarang terlibat aktif dalam menyampaikan pesan perdamaian dunia,” jelasnya.

Karenanya, apa yang ditunaikan selama ini selaku usaha penyelenggaraan mimpi dari para pendiri NU. “Ialah berharap jamiyah ini terlibat aktif dalam dunia internasional sebagaimana Komite Hijaz dulu,” katanya.

Acara diisi juga dengan dialog interaktif untuk menampung aspirasi dari sejumlah pengurus NU dari bermacam wilayah di Madura.

“NU itu lahir dan mimpinya dari Madura khususnya Bangkalan. Maka telah semestinya pengurus NU di Madura berperan aktif dalam program-program NU,” harapnya.

Diketahui bahwa sebelum Kyai Hasyim legal mendirikan NU, beliau meminta restu terlebih dahulu ke gurunya Syikhona Kholil Bangkalan (Mbah Kholil). Selaku tanda restu Kyai Kholil kemudian menitipkan tasbih ke Kyai As’ad Syamsul Arifin untuk diberikan ke Kyai Hasyim Asy’ari di Tebuiring Jombang. Waktu itu Kyai As’ad jalan Kaki dari Bangkalan ke Tebuireng.

Ketua Korda NU Madura Raya KH Muhammad Makki Nasir menjelaskan, konsolidasi dan dialog kebangsaan untuk memperkokoh soliditas pengurus NU se-Madura dalam berkhidmat ke NU dan Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI.

“Hal itu dalam mewujudkan pembangunan Madura yang lebih maju,” jelasnya. [Warta Sunda/pin]

Penjelasan: Diolah dari NU Online dari berita berjudul ‘Ketua PBNU Ajak Madura Satukan Kemungkinan untuk Bangsa’

Source link

You might like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *