Member Banser Sanggau Menangis di Pangkuan Ibu Waktu Minta Restu Gabung Banser

Baca Juga

Anggotan Banser menangis di pangkuan ibunya waktu minta restu ikut Banser. Foto: Istimewa.

Warta Sunda – Pemandangan mengharukan kelihatan dalam penutupan Pendidikan dan pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser ke-6 di Pondok Pesantren Darul Hidayah, Desa Suka Mulya, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, ditutup, Ahad (08/09/2019). Beberapa member Banser menangis dipangkuan ibunya waktu meminta restu selaku member Banser.

1 diantara member Banser itu bernama Ardi. Dia  mengklaim terharu sebab dapat berkoalisi dengan Banser. Untuknya, Banser ialah organisasi terhormat. Perjuangan Banser yang tulus ikhlas menjaga keutuhan NKRI jadi kebanggaan tersendiri bagi dia dapat berkoalisi dengan Banser.

“Saya tadi terharu, menangis dihadapan ibu saya. Saya mohon restunya supaya diperbolehkan dan alhamdulillah ibu mengizinkan,” ucap Ardi dilansir dari Tribunnews.com.

Sementara Ketua GP Ansor Kabupaten Sanggau Hamka Surkati dalam sambutannya menjelaskan, ada 3 tantangan bangsa Indonesia 5 tahun kedepan. Ketiga tantangan tersebut yaitu munculnya generasi baru, digitalisasi segala aspek kehidupan, dan tren intoleransi dan radikalisme yang mulai mengusik idiologi negara.

“Wajib siap berhadapan dengan tantangan tersebut. GP Ansor dan Banser juga wajib tetap konsisten meneguhkan sikap selaku pengawal eksistensi Islam Ahlussunnah waljamaah An-nahdliyah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Hamka menjelaskan, kader Ansor dan Banser wajib sanggup menganalisa dengan cermat bermacam tantangan tersebut. Lalu merumuskan langkah yang taktis dan strategis untuk menjawab kebutuhan zaman.

“Kedepan kaderisasi di Ansor dan Banser wajib berjalan dengan baik dan masif,”tegas Hamka.

Proses kaderisasi Banser diharapakan terus dikerjakan sampai ditingkat Desa. Melalui proses kaderisasi tersebut diinginkan lahir calon-calon penerus bangsa yang anggota milisi, cinta ke agamanya dan cinta ke tanah air.

“Ini juga bagian dari usaha kita mengurangi gerak langkah ataupun upaya-upaya dari sekelompok orang yang mencoba-coba merusak mental generasi muda kita dengan paham-paham yang bertentangan dengan idiologi negara dan ahlussunah waljamaah,” ucap Hamka dilansir dari Tribunnews.com. [Warta Sunda/pin]

Source link

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *