Membangunkan Singa yang Tertidur (NU)

NU penjaga nkri. Foto: istimewa

Banyak cowok bilang kita telah nasibnya kalah sama cewek, kita salah mereka marah, mereka salah kita juga kena marah.

Warta Sunda – Dulu jaman NU dan MD masih adem ayem, cuma ada perdebatan yang bersifat furu’iyah, saling singgung-singgungan antara NU dan MD ialah hal biasa, toh mereka sama-sama tidak melewati batas.

Tetapi lalu ada Islam impor yang dibawa oleh anak negeri cuma karna ingin mempunyai panggung sendiri. Diantara-nya ialah Islam Radikal yang dibawa oleh Wahabi, Ikhwanul Muslimin (IM) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) serta bocah kecil cabang dari mereka itu.

Baca: Saat NU Diajak Gaduh Jadi Thoghut oleh Kubu Makar

Kenapa dibilang radikal, sebab NU dan MD yang dulu bawaannya kalem, berubah jadi sedikit lebih sangar dari biasanya, mengapa ?

Karena dengan seenaknya mereka menyerbu menjelaskan ziarah kubur; syirik, maulidan; bid’ah, tawadhu’/ta’dhim ke guru; nyembah, sebutan ahlu bid’ah, sesat, kafir, murtad, NU ajaran yang salah karna menyokong Pancasila, NU tidak tahu wajibnya khilafah, NU lebih setuju Pancasila daripada Negara Islam  yang menganut hukum Allah dan lain-lain. Seakan gampang sekali keluar dari lisan-lisan mereka. Sungguh persinggungan mereka dengan NU mendominasi dibandingkan dengan MD.

NU pun tidak tinggal diam, NU berusaha menjawab tuduhan-tuduhan itu dengan dalil dalil yang sharih/terang. Berusaha untuk menyambung dialog dan klarifikasi. Tetapi apa mau dikata; seluruh ditepis dengan mudahnya, cuma bermodalkan kata-kata kembali ke Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Tidak habis Pikir NU lalu memberikan penjelasan bahwa sumber hukum Islam bukan 2 tetapi 4, dengan rincian lalu jadi 10. Tetapi lagi-lagi oleh mereka dijawab dengan hadist yang menurut mereka dan NU shahih. Akhirnya NU pun berusaha menerangkan bahwa ada hadist shahih yang lain yang harusnya dipertimbangkan, karna ternyata hadist itu mengumumkan ada sumber Islam yang lain.

NU Penjaga NKRI

Tetapi apa mau dikata tetap saja mereka menebar fitnah bahwa NU sesat dan tidak memegang sumber hukum Islam yang 2 itu. Akhirnya sebab “Salah dan Benar” dihadapan mereka tidak ada bedanya atau sama saja, NU tetap saja disesat-sesatkan. Akhirnya NU menampakkan taringnya. NU bergerak, mulai membantai habis jargon-jargon mereka, pergerakan-pergerakan mereka.

Inilah kenapa tulisan ini dibuka dengan kalimat cowok dan cewek dimana cewek senantiasa jadi pemenang, apa golongan mereka ini cewek ? Salah benar tetap saja merasa benar.

sesudah Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, MA memerintahkan untuk melawan mereka baik dalam dunia nyata ataupun dalam Cyber War (medsos), Maka kami penduduk NU tidak akan pernah tinggal diam.

HTI Anda semua tidak akan kembali bangkit, senasib dengan PKI. Wahabi Anda semua akan kami buat ompong atas tuduhan-tuduhan keji Anda semua itu. Anda semua menganggap tidak ada Islam Radikal, kami jawab; benar, yang radikal sejatinya ialah otak Anda semua yang full kebencian itu, seakan tidak ada golongan yang benar selain golonganmu saja.

Kami NU (Aswaja) telah semenjak masa Sayyidina Ali meng-Islamkan Nusantara dan Indonesia, lalu lalu Anda semua Hadir dan malah mengkafirkan (mengeluarkan) orang Islam dari Islam.
Lalu apakah itu Islam murni yang anda maksud ? Alhamdulillah, saya tidak belajar Islam dari Anda semua, tetapi saya belajar Islam ke Kyiai NU yang terang sanadnya dan keilmuannya.

Baca: I’tikad Ahlussunah Wal Jama’ah di Indonesia Ialah NU Bukan HTI

NU tidak ada waktu zaman Nabi, sungguh, tetapi sejatinya NU lah yang mempresentasikan Islam ala Nabi yang damai. [dutaislam/ka]

Source link

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *