Masyarakat Golan Unjuk rasa Tolak Pemukiman Trump oleh Israel

Warta Batavia, GOLAN – Masyarakat di Dataran Tinggi Golan menggelar unjuk rasa besar-besaran menentang langkah provokatif Israel untuk memberi nama sebuah kota di wilayah itu dengan nama Presiden AS Donald Trump.

Unjuk rasa itu digelar bersamaan dengan pemogokan umum di wilayah tersebut untuk memprotes percepatan pembangunan permukiman di wilayah-wilayah pendudukan oleh Israel dan pemasangan turbin udara yang telah mengganggu pertanian di wilayah tersebut.

Puluhan penduduk wilayah pendudukan Golan di bagian timur kota Majdal al-Shams menggelar aksi unjuk rasa, Mengatakan dengan tegas identitas Arab-Suriah mereka dan Tidak mau planning Israel di daerah yang diduduki itu, termasuk pemasangan turbin udara.

Baca: Netanyahu Resmikan Pemukiman Ilegal di Golan dengan Nama Trump

Para Pengunjuk rasa itu mengibarkan bendera pemerintah Suriah, menyuarakan sokongan bagi tindakan prajurit Suriah untuk menggagalkan plot internal dan asing.

Sementara itu, masarakat setempat di provinsi Quneitra berkumpul di wilayah Ain al-Daqneh untuk menyuarakan solidaritas dengan penduduk Dataran Tinggi Golan dan memprotes plot Israel.

Israel berencana untuk mengambil kendali atas 6.000 hektar tanah milik penduduk wilayah di desa-desa Majdal al-Shams, Baqa’ata, Masa’adah dan Ain al-Daqneh dengan dalih pemasangan turbin udara di daerah pertanian Golan.

Israel menduduki Dataran Tinggi Golan dari Suriah dalam perang Timur Tengah 1967 dan mencaploknya pada tahun 1981. Sebagian besar masarakat internasional menganggap tindakan itu ilegal berdasar hukum internasional.

Baca: Presiden Lebanon ke Delegasi AS: Israel Tidak Punya Hak atas Golan

Tetapi selama Lawatan ke Washington oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada bulan Maret, cuma beberapa minggu sebelum Pemilihan Umum Israel, Trump menyepakati perintah eksekutif yang mengakui dataran tinggi pegunungan yang strategis itu sebagai wilayah Israel. Keputusan itu, yang teranyar dalam serangkaian langkah diplomatik yang menguntungkan Israel, secara luas dikutuk internasional.

setelah keputusan kabinet, Netanyahu meluncurkan sebuah prasasti berkelir emas bertuliskan ‘Dtaran Tinggi Trump’ dan dihiasi dengan bendera AS serta srael disana. (ARN)

Warta Batavia by alfiani wardah

You might like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *