Kremlin: Aksi Protes di Moskow Belum Timbulkan Krisis Politik

MOSKOW – Kremlin mengeluarkan bantahan soal adanya pandangan yang menyebut aksi protes di Moskow dalam beberapa Minggu terakhir telah menciptakan krisis politik di Rusia. Pernyataan yang dikeluarkan pada Selasa (13/8) ini ialah pernyataan ke-1 Kremlin semenjak pecahnya aksi unjuk rasa di ibu kota Rusia itu.

“Kami tidak setuju dengan banyak orang yang menyebut, apa yang tengah terjadi ialah krisis politik,” kata Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov untuk awak media, seperti dikutip dari Reuters. “Protes terjadi di banyak negara di dunia. Mereka terprovokasi oleh isu-isu spesifik,” lanjutnya.

Aksi unjuk rasa selama pemilihan legislatif kota Moskow telah berubah jadi gerakan protes berkelanjutan terbesar di Rusia semenjak periode 2011-2013, waktu para demonstran turun ke jalan untuk memprotes kecurangan Pemilihan Umum.

Baca :
Inggris pada Iran: Keluar dari 'Kegelapan', Patuhi Hukum Internasional

Sampai sekarang, Polisi telah menahan lebih dari 2.000 orang yang terlibat aksi unjuk rasa di Moskow. Beberapa Video Recording yang menggambarkan aksi anarkis polisi untuk demonstran telah menimbulkan kemarahan di kalangan warga Rusia yang percaya pihak berwenang telah mempergunakan power yang keterlaluan.

walaupun sedemikian, Peskov menerangkan, tindakan keras polisi dalam menangani aksi unjuk rasa, dapat dibenarkan. “Kami percaya, tindakan tegas penegak hukum untuk mengekang kerusuhan publik sungguh-sungguh dibenarkan,” kata Peskov. Ia menambahkan, dirinya percaya polisi memenuhi tugas mereka untuk menegakkan hukum dan ketertiban.

(esn)

Warta Batavia by alfiani wardah

You might like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *