Komandan IRGC: Rudal Presisi Iran Sanggup Menarget Kapal Induk

Warta Batavia TEHRAN – Rudal balistik berpresisi tinggi Iran sanggup mengenali kapal induk di laut dengan mudah, kata Panglima Korps Pengawal Revolusi Islam Hossein Salami.

Dalam pidato yang disiarkan televisi Iran pada hari Selasa, Salami menerangkan teknologi rudal buatan dalam negeri telah merubah keseimbangan power di Timur Tengah.

“Rudal-rudal ini dapat menghantam pengangkut presisi yang besar di laut … Rudal-rudal tersebut diproduksi di dalam negeri dan sulit untuk dicegat dengan rudal lain,” kata komandan itu.

Salami tidak merinci kategori rudal yang dia maksud.

BacaRusia ke AS: Batalkan Pengiriman prajurit dan Hentikan Provokasi Iran.

Pernyataannya ikut komentar minggu lalu oleh komandan Prajurit pertahanan Iran, yang “Memperingatkan musuh” untuk menjauh dari tapal batas Iran di tengah lonjakan ketegangan regional.

Pada hari Selasa, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menerangkan bahwa AS akan meneruskan ‘kampanye intimidasi’ melawan Iran dalam usaha untuk “mencegah agresi,” tetapi menambahkan bahwa AS tidak ingin memulai perang.

“Presiden Trump tidak menginginkan perang dan kami akan terus mengkomunikasikan pesan itu sambil melakukan hal-hal yang diperlukan untuk menjaga kepentingan Amerika di wilayah,” kata Pompeo, berbicara ke awak media di Pangkalan Angkatan Udara MacDill di Florida.

Iran telah membangun gudang persenjataan yang amat luas dari teknologi rudal dalam negeri selama bertahun-tahun, termasuk Sayyad 2 dan Sayyad 3, dan bermacam rudal permukaan ke udara dan rudal anti-kapal.

Awal tahun sekarang, Teheran meluncurkan rudal jelajah jarak menengah Hoveyzeh di sebuah ekshibisi pertahanan. Senjata itu dikatakan mempunyai jangkauan lebih dari 1.350 km, memberikan jangkauan luas ke Timur Tengah, serta sanggup terbang dengan ketinggian rendah di bawah radar musuh.

BacaAtwan Ingatkan Keheningan Netanyahu atas Ketegangan AS-Iran.

Ketegangan antara Iran dan AS meningkat ke level tertinggi dalam beberapa Minggu lalu menyusul serbuan sabotase ke 2 kapal tanker di Teluk Oman, tidak jauh dari pantai Iran. AS cepat bergegas menyalahkan Iran atas serbuan itu, dan menuding bahwa Republik Islam ialah satu-satunya negara dengan sumber daya dan kecakapan untuk bertindak dengan tingkat kecanggihan yang tinggi.

Teheran mengkritik keras Washington atas tuduhannya, Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif menerangkan bahwa AS membikin klaimnya “tanpa sedikit pun bukti faktual atau [bahkan] tidak langsung.”

Sekutu-sekutu besar AS, Jerman, Prancis, dan Jepang serta Rusia dan Cina mendesak pengekangan. Pada hari Selasa, Menteri Luar Negeri China Wang Yi Memperingatkan bahwa keputusan AS untuk mengerahkan 1000 Prajurit lagi ke Timur Tengah melawan Iran atas insiden kapal tanker mengancam akan membuka “Kotak Pandora” dengan konsekuensi yang tidak diinginkan dan tidak terduga.

Hubungan Iran-AS memburuk pada Mei 2018, sesudah AS secara sepihak Mundur dari Tekad bulat nuklir Iran 2015 dan menghantam negara itu dengan sanksi energi dan perbankan yang keras.

Sebagai tanggapan, bulan lalu, pada warning 1 tahun keluarnya AS dari perjanjian nuklir, Iran Mempublikasikan bahwa mereka akan Mundur dari beberapa tekad bulat berdasar perjanjian. Akan tetapi Teheran telah Menekankan bahwa mereka tidak mempunyai niat untuk mengejar senjata nuklir. [ARN]

Warta Batavia by alfiani wardah

You might like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *