Keterlaluan Berisik, Kota di Belanda Larang Bocah kecil Bermain

AMSTERDAM – Sebuah kota di Belanda melarang anak kecil dari sebuah sekolah untuk bermain di taman bermain. Larangan itu diberlakukan sesudah Jiran disekitar mengeluh karena keterlaluan berisik.

Pejabat di Nijmegen, dekat tapal batas Jerman, mengukur tingkat kebisingan yang ditimbulkan oleh anak kecil yang tengah bermain. Hasilnya, tingkat kebisingannya mencapai 88 desibel, jauh di atas batas hukum kebisingan di daerah perumahan yaitu 70 desibel.

Menurut Pusat Pendengaran dan hubungan yang berbasis di New York, 88 desibel ialah volume yang mirip dengan pengolah makanan, traktor, atau teriakan.

Pihak sekolah mempunyai waktu sampai akhir bulan untuk mentaati larangan atau akan didenda sebesar Rp158 juta.

“Ini ialah situasi yang aneh, dan itu sungguh-sungguh tidak adil bagi anak kecil,” ujar Direktur sekolah dasar De Buut, Janneke Colsen, ke surat berita de Volkskrant yang dikutip Fox News, Kamis (11/7/2019).

Colsen menerangkan ke surat berita itu bahwa sekolah telah mencoba bekerja dengan penduduk setempat, tetapi mereka tetap mengeluh ke pemerintah setempat.

Setidaknya 1 pejabat pemerintah menyokong larangan itu.

“Ini ialah problem yang sulit,” kata anggota dewan kota Noel Vergunst dari partai sayap kiri, Partai Hijau, ke anggota dewan lainnya.

“Standar kebisingannya jauh melebihi, jadi kami mesti melakukan sesuatu,” imbuhnya.

Banyak orang lain memprotes larangan itu, dengan lebih dari 4.000 tanda tangan membubuhi petisi yang meminta dewan untuk membiarkan anak kecil tetap di taman bermain dan penduduk daerah memasang tanda untuk menyokong anak kecil.

Anggota dewan lokal lainnya, Nick De Graaf dari partai kanan-tengah, VVD, telah beberapa kali berbicara di media sosial menentang pelarangan dan Menekankan perlunya permainan untuk anak kecil. Beberapa yang penyokong untuk membuka kembali taman bermain telah mengadopsi slogan, “Oranye Lionesses mesti mulai di suatu tempat,” sebuah rujukan untuk tim sepak bola wanita Belanda yang finish di tempat ke-2 di Piala Dunia.

Kontroversi telah menarik perhatian dari anggota parlemen Belanda, menurut BBC, yang telah mengangkat problem ini dengan Menteri Pendidikan Ingrid van Engelshoven.

“Anda berangkat untuk tinggal di sebelah lapangan olahraga di mana anak kecil menikmati olahraga dan berolahraga dan kemudian Anda mengusulkan keluhan ke kebisingan,” kata anggota parlemen VVD Rudmer Heerema di Twitter Minggu lalu.

“Sebuah jalan keluar mesti ditemukan untuk ini. Bocah kecil mesti dapat berolahraga dan bergerak,” tukasnya.

(ian)

Warta Batavia by alfiani wardah

You might like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *