Kapal UEA Disabotase, Iran Serukan Kewaspadaan Hadapi Siasat Pemain Asing

Arrahmahnews.com, TEHERAN – Iran menyuarakan keprihatinan soal “petualangan oleh pemain asing” untuk mengganggu navigasi maritim di wilayah Teluk Persia, sesudah Uni Emirat Arab (UEA) mengkonfirmasi pada Hari Minggu bahwa sejumlah kapal sudah mengalami “sabotase” di lepas pantai.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Senin pagi, Jubir Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Moussavi, menggambarkan bahwa insiden itu selaku “menyedihkan” dan “mengkhawatirkan” dan menyerukan penyelidikan menyeluruh.

Baca: Media Lebanon: Pesawat AS dan Perancis Dibalik Letusan di Fujairah

Ia juga mengingatkan negara-negara Teluk Persia untuk tetap waspada di depan siasat oleh “para simpatisan” untuk merusak keamanan maritim.

Pernyataan itu muncul tidak lama sesudah kementerian luar negeri UEA, walaupun sebelumnya menyangkal, tapi lantas mengkonfirmasi bahwa setidaknya 4 kapal komersial sudah mengalami “sabotase” di dekat perairan teritorial Emirate.

Pernyataan itu menambahkan bahwa tidak ada korban, tetapi gagal memberikan perincian soal kemungkinan kerusakan pada kapal komersial atau bendera negara mana yang mereka bawa.

Jaringan televisi Libanon al-Mayadeen menyampaikan berita pada hari Minggu, mengabarkan bahwa setidaknya tujuh tanker sudah hancur dalam kobaran api di pelabuhan strategis Al-Fujairah di UEA, bagian situs bunker minyak terbesar di dunia di dekat Selat Hormuz.

Baca: 2 Kapal Tanker Saudi Rusak Parah dalam Serbuan Sabotase di UEA

Laporan itu mengumumkan bahwa beberapa ledakan kuat juga terdengar di pelabuhan.

Penyebab ledakan belum dipastikan dan belum ada pengakuan tanggung jawab, sementara spekulasi berkembang mulai dari serbuan drone atau rudal dari Yaman, sampai kemungkinan bom yang dijatuhkan oleh Tentara AS untuk memicu ketegangan di wilayah tersebut.

Laporan memperlihatkan ekspor minyak dihentikan sementara dari UEA, yang membangun Sarana storage minyak mentah terbesar di dunia di Fujairah, yang sanggup menyimpan sampai 14 juta barel minyak, di luar Teluk Persia dan Selat Hormuz.

“Apa pun penyebab ledakan dan kemungkinan power di baliknya, faktanya tidak dapat diabaikan bahwa Arab Saudi dan UEA jadi sasaran empuk untuk serbuan semacam itu yang mungkin meningkat mengingat keputusan strategi berbahaya ke-2 negara klien Amerika ini dalam meneror rakyat dan Jiran atas nama tuannya,” tulis surat berita Kayhan International yang berbasis di Teheran, Senin (13/05). (ARN)

shared by alfiani wardah

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *