Isu Keracunan dan Pemborosan MBG Mencuat, Prabowo Ungkap Data Capaian Hampir 60 Juta Penerima



WARTASUNDA – JAKARTA. Penganugerahan Bintang Jasa Utama kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada 13 Februari 2026 menuai beragam tanggapan.

Di media sosial, sejumlah pihak kembali menyoroti isu keracunan hingga besarnya anggaran dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, pemerintah menyampaikan data terbaru yang menunjukkan capaian program tersebut dalam satu tahun terakhir.

Presiden menyebut penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas percepatan pelaksanaan MBG di berbagai daerah.

Hampir 60 Juta Penerima Manfaat

Berdasarkan laporan per 20 Januari 2026, MBG telah menjangkau 59,86 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Target akhir program diproyeksikan mencapai 82,9 juta porsi per hari.

Secara kumulatif, pemerintah mencatat 4,5 miliar porsi makanan telah disalurkan kepada sekitar 60,2 juta penerima, termasuk anak sekolah, ibu hamil, dan kelompok rentan.

Presiden menyampaikan tingkat keberhasilan program mencapai 99,9994 persen.

Dari total distribusi tersebut, kasus gangguan kesehatan tercatat sekitar 28.000 atau setara 0,0006 persen.

Menurutnya, angka itu menunjukkan sistem distribusi dan pengawasan berjalan dengan baik.

Dapur Umum Bertambah Signifikan

Perkembangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga meningkat pesat.

Dari 190 dapur umum pada tahap awal, kini jumlahnya mencapai 21.102 unit yang tersebar di berbagai provinsi.

Ekspansi tersebut berdampak pada penciptaan sekitar 290 ribu lapangan kerja baru.

Selain itu, sekitar 1 juta petani, nelayan, dan pelaku UMKM terlibat dalam rantai pasok bahan pangan MBG.

Pemerintah menilai program ini tak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Disebut Berkelas Global

Presiden membandingkan jumlah penerima MBG dengan populasi sejumlah negara.

Ia menyebut cakupan penerima manfaat bahkan melampaui jumlah penduduk Singapura.

Dalam hal distribusi, pemerintah menilai skala MBG mendekati operasi perusahaan makanan global yang memerlukan waktu puluhan tahun untuk mencapai puluhan juta porsi per hari.

Program ini disebut sebagai salah satu operasi logistik pangan terbesar yang dilakukan pemerintah secara terintegrasi.

Tanggapi Kritik

Di tengah capaian tersebut, kritik terhadap MBG tetap bermunculan.

Pemerintah menilai sebagian narasi yang berkembang lebih menyoroti insiden terbatas tanpa melihat keseluruhan data.

Presiden menegaskan anggaran negara harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.

Komitmen Berkelanjutan

Pemerintah memastikan evaluasi dan pengawasan MBG akan terus dilakukan agar pelaksanaannya transparan dan tepat sasaran.

Dengan cakupan puluhan juta penerima serta dampak terhadap gizi dan pendidikan, MBG dinilai sebagai salah satu program sosial terbesar dalam sejarah Indonesia.

Program tersebut diproyeksikan menjadi langkah jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat fondasi ekonomi masyarakat.***

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *