Investigator Prancis: MH370 Dikendalikan Pilot sampai Pesawat Pecah

PARIS – Para investigator Prancis merilis penerbangan Malaysia Airlines MH370 terus dikendalikan pilot sampai riwayatnya berakhir di Samudra Hindia. sebelum ini pesawat pembawa 239 orang itu Disangka dikendalikan dengan sistem auto-pilot atau dikenal sebutan “pesawat hantu”.

“Pilot dari maskapai Malaysia Airlines MH370 yang nahas mengendalikan pesawat itu sampai akhir,” tulis surat berita Le Parisien mengutip para investigator Prancis sesudah mereka menganalisis sejumlah data penting dari penerbangan tersebut.

“Seseorang Ada di belakang control stick tatkala pesawat pecah di Samudra Hindia,” lanjut laporan tersebut. “Belokan abnormal tertentu yang dibuat oleh (Boeing) 777 cuma dapat Dilakukan dengan tangan seseorang yang memegang kendali.”

Walaupun hasil penyelidikan itu belum final, tapi para investigator Prancis menduga tidak ada orang lain masuk kokpit.

Ghyslain Wattrelos, seorang warga Prancis yang kehilangan istri dan 2 anaknya dalam penerbangan MH370, memuji pekerjaan para hakim yang luar biasa, dengan Perancis sebagai satu-satunya negara yang melakukan penyelidikan pengadilan.

Wattrelos memuji usaha mereka yang berhasil, yang mecatat bahwa Perkara ini full dengan ketidakkonsistenan.

“Sebagai contoh, kita tahu bahwa data yang awalnya diberikan oleh otoritas Malaysia soal ketinggian pesawat itu salah. Dan saya berkeinginan bahwa dengan menganalisis semua data yang dikumpulkan pada Boeing, mereka akan menemukan problem yang akan melompati mereka (otoritas Malaysia),” katanya ke Le Parisien, yang dikutip Jumat (12/7/2019).

Kendati seperti ini, Wattrelos masih percaya bahwa pesawat itu kemungkinan “diturunkan”, walaupun dia tidak dapat menerangkan apa yang membuatnya berpikir seperti ini.

Bulan lalu, ahli keamanan penerbangan Tim Termini waktu berbicara dengan Channel 5 dengan topik “Flight MH370” menerangkan ada argumentasi untuk percaya bahwa pesawat Malaysia Airlines sengaja diambil alih.

Dia menerangkan ada sejumlah cara di mana pembajakan dapat terjadi, ialah dari kru, dari penumpang, atau, sebagai alternatif ialah pilihan ketiga yang dia menyebut “penumpang gelap”.

Akan tetapi, dia mecatat kemungkinan juga ada pengambilalihan secara elektronik untuk pesawat itu dari stasiun berbasis darat. Versi ini seirama dengan laporan baru-baru ini yang mengakui bahwa pilot MH370, Zaharie Ahmad Shah, telah melakukan penerbangan serupa pada simulator tatkala mencoba untuk memerangi kondisi kesehatan mentalnya.

Malaysia Airlines, MH370, yang terbang dari Kuala Lumpur ke Beijing menghilang dari radar pada 8 Maret 2014 tatkala geser dari wilayah udara Malaysia ke wilayah udara Vietnam.

Usaha pencarian sudah Dilakukan selama beberapa tahun dengan hasil yang sia-sia. Pemerintah Malaysia mengakhiri pencarian pesawat itu pada Mei 2018. Akan tetapi, penyelidikan dilanjutkan sejumlah pihak, termasuk oleh pengadilan Prancis. Otoritas berwenang Prancis menyelidiki tragedi pesawat itu karena ada 3 warga negara tersebut yang Ada di pesawat MH370.

(mas)

Warta Batavia by alfiani wardah

You might like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *