Ini Pesan Terakhir Mbah Moen Ke Cicit Mbah Hasyim Asy’ari

Gus Zaki (kiri) dan Gus Afif (kanan) waktu sowan terakhir ke Mbah Moen di Makkah pada Senin malam, 5 Agustus 2019.



Warta Sunda – Sebelum wafat di Makkah di usia 91 tahun pada 6 Agustus 2019, KH. Maimoen Zubair (Mbah Moen) dikabarkan telah pamit ke beberapa orang sebelum beliau berangkat haji.

Menurut cerita Gus Zaki Hadziq, cicit Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, Mbah Moen sempat berkenan memberikan waktu berjumpa Gus Afif sesudah dijdawalkan oleh khadam Mbah Moen, Senin malam (05/08/2019) kisaran pukul 21.00 waktu KSA.

“Saya beserta iring-iringan 7 orang sampai di kamar hotel yang menurut saya, cukup sederhana untuk ukuran Mbah Moen,” jelas Gus Zaki, Selasa (06/08/2019) pagi.

Waktu itu, Mbah Moen masih sare (tidur) sehingga iring-iringan Gus Zaki wajib bersabar supaya tidak mengganggu istirahat Mbah Moen.

sesudah Gus Zaki berkirim surat Al-Fatihah, Mbah Moen seketika bangun. “Umur di atas 80 tahun, wis susah, opo maneh saya, 91 tahun,” kata Mbah Moen, yang lalu bercerita mengenai hal kelahirannya tahun 1928 yang ditunggui langsung oleh KH. Hasyim Asy’ari.

Waktu iring-iringan Gus Zaki memohon barakah do’a, Mbah Moen sempat meneteskan air mata. Terdengar isak tangis kecil di tengah Mbah Moen mendoakan iring-iringan sowan Gus Zaki dan Gus Afif. Dan sempat pula meminta maaf sebab Mbah Moen tidak memberikan suguhan.

“Bahkan saat saya pamit dan akan memberikan titipan dari kawan-kawan, beliau dawuh ‘pun tho, mboten usah ngeten kyai’,” jelas Gus Zaki, yang langsung clegukan kaget sebab tidak pernah dipanggil kyai.

Betapa kaget di pagi harinya ada berita Mbah Moen wafat, dan bakda luhur hari ini, dimakamkan di kompleks makam Ma’la, dekat dengan¬†maqbarah Sayyidah Khadijah Al-Kubra ra., istri Rasulullah Saw., serta dekat dengan maqbarah Sayyid Alawi Al-Maliki, Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki dan Habib Salim As-Syathiri.

“Barangkali, kami ialah orang terakhir yang memperoleh doa barakah dari beliau,” pungkas Gus Zaki. Selamat jalan Mbah Moen. Allah mencintaimu, ya syaikh. Kerinduanmu untuk wafat di Makkah pada Hari Selasa musim haji dipenuhi oleh Allah Swt. Alfatihah! [Warta Sunda/ab]

Source link

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *