Imam Masjidil Haram: Wahhabisme Picu Demam Atheis di Arab Saudi

Warta Batavia, Mekkah – Imam dan Khatib Masjidil Haram, Faisal bin Jamil Ghazzawi, Memperingatkan gelombang ateisme yang membanjiri Arab Saudi selama beberapa tahun terakhir.

Dalam khotbah Jumat (12/06/2019), Ghazzawi menerangkan bahwa para penyokong ateis suka menyebarkan kebohongan khususnya di kalangan ramaja laki-laki maupun perempuan, dengan bermacam metode dan bentuk yang berbeda-beda, sampai lebih merusak dan dampaknya lebih besar.

Pernyataan Ghazzawi soal penyebaran ateisme di kalangan Saudi bukanlah hal baru. Arab Saudi menyaksikan fenomena paling besar di antara negara-negara Arab, menurut Gallup Institute yang berbasis di Washington.

BacaIdeologi Wahabi Picu Demam Atheis di Timur Tengah

Studi yang Dilakukan oleh Gallup Institute Menegaskan bahwa persentase penyebaran ateisme di Arab Saudi, antara 5-9 % dari total populasi negara itu. Ini Ialah yang tertinggi dibandingkan dengan negara-negara Arab lainnya, bahkan yang dikenal dengan kecenderungan sekuler, seperti Tunisia dan Lebanon, di mana 2 negara itu tidak lebih dari 5 %.

Sebagian besar peneliti menghubungkan fenomena ateisme yang menggerogoti masarakat Saudi, dikarenakan ajaran Wahabi yang salah dan melenceng dari Islam, ajaran yang sepenuhnya bertentangan dengan akal dan fitrah manusia.

BacaAjaran Wahabi dan Tanduk Syetan “Najd”

Ajaran Wahhabisme yang dibawa dan dikembangkan oleh Mohammad bin Abdul Wahab, dikarenakan keluar jalur dari semua ajaran yang bersifat umum dalam Islam, telah ditolak dan disanggah oleh para ulama di tanah Suci sebelum yang lain.

Cuma saja aliansi antara pendiri ajaran Wahabi dan pendiri Kerajaan Al Saud, mempopulerkan ajaran tersebut di seluruh negeri. Sebagaimana petrodolar (minyak) juga telah menyebabkan penyebaran virus Wahabi di seluruh dunia.

Islam yang ditawarkan oleh Wahhabisme ke masarakat Saudi ialah Islam yang bertentangan dengan fitrah manusia, dan segala sesuatu yang baru, tidak suka wanita dan merampas hak-hak dasar mereka, mengajarkan kebencian ke orang lain, dan tidak melihat nilai lain selama itu tidak sama dengannya.

Baca: Saudi Bukan ‘Negara Islam’ Tapi ‘Penjual Islam’

Inilah yang menyebabkan seorang penganut Wahabi tega menyiksa, menghabisi, membantai, memperkosa, menjarah, mencaci, meledakkan (bom Kendat) dan memakan daging manusi tanpa ragu sedikit pun.

Orang-orang Saudi tatkala melihat ajaran itu sebagai satu-satunya ajaran yang tersedia yang disodorkan oleh Wahhabisme untuk mengenal Islam, sehingga mereka tidak akan melihat apa-apa selain ateisme untuk menyelamatkan diri dari Islam Wahabi yang melenceng itu. Ini yang membikin ateisme tumbuh cepat di Arab Saudi dibandingkan dengan negara-negara Arab lainnya, bahkan mereka yang hidup di bawah rezim sekuler. (ARN)

rnrn
Source by Ahmad Fawas","author":{"@type":"Person","name":"Ahmad Fawas","url":"https://wartabatavia.com/author/fawas/"},"articleSection":["BERITA DUNIA"],"image":{"@type":"ImageObject","url":"https://wartabatavia.com/wp-content/uploads/2019/07/Imam-Masjidil-Haram-Wahhabisme-Picu-Demam-Atheis-di-Arab-Saudi.jpg","width":1200,"height":675},"publisher":{"@type":"Organization","name":"Warta Batavia","url":"https://wartabatavia.com","logo":{"@type":"ImageObject","url":"https://wartabatavia.com/wp-content/uploads/2018/07/wartabatavia-ico.jpg"},"sameAs":["http://facebook.com","http://twitter.com","https://plus.google.com/ Jegtheme","http://youtube.com","http://jnews.jegtheme.com/default/feed/"]}}

Warta Batavia by alfiani wardah

You might like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *