Hizbullah: Saudi Sumber Ketidakstabilan di Timur Tengah dan Sponsor Kejahatan AS dan Israel

LEBANON – Wakil sekretaris jenderal gerakan perlawanan Hizbullah Lebanon menggambarkan Arab Saudi selaku akar penyebab ketidakstabilan di Timur Tengah, dan mengumumkan bahwa rezim yang berkuasa di Riyadh mensponsori kejahatan jahat AS dan Israel di wilayah tersebut.

“Pejabat Saudi membayar kejahatan Amerika-Zionis Israel dari uang orang miskin dan lapisan warga lainnya di kerajaan. Penguasa Saudi sudah merubah negara itu jadi kerajaan kejahatan. Uang Saudi Ada di belakang seluruh krisis dan problem di wilayah, di samping agen-agen yang ada di pihak Amerika-Israel,” Al-Ahed mengutip Sheikh Naim Qassim yang menjelaskan dalam sebuah upacara di kota selatan Lebanon Kfar Fila pada hari Minggu malam.

Qassim menambahkan bahwa Famili Al Saud yang berkuasa ialah contoh rezim yang menindas dan diktator, yang mempraktikkan seluruh kategori intimidasi dan ketidakadilan di bawah perintah Amerika untuk melegitimasi normalisasi hubungan diplomatik Arab dengan rezim Israel, yang disebut Komitmen abad ini, yang merampas Palestina dari tanah air dan masa depan mereka, di samping agresi dan pendudukan.

BacaHizbullah Kutuk Eksekusi Massal Saudi, dan Menuntut AS Bertanggung Jawab.

“Arab Saudi melaksanakan pembunuhan masal dengan mengeksekusi sejumlah warganya tanpa pengadilan yang adil dan melalui legitimasi palsu. Individu-individu itu dituntut cuma sebab mengekspresikan pandangan mereka dan berbicara kebenaran. Ini cuma bagian dari kejahatan rezim Al Saud, yang juga sudah menghabisi (ulama Syiah) Sheikh Nimr Baqir al-Nimr dan (jurnalis terkenal) Jamal Khashoggi, dan menghancur-leburkan kehidupan jutaan kaum muslimin di Yaman selama lebih dari 4 tahun tanpa diganjar,” pejabat senior Hizbullah menekankan

“Al Saud ialah Famili yang menghancur-leburkan Suriah, memperkenalkan (ideologi radikal) Wahhabisme, menyampaikan al-Qaeda, Jabhat Nusra dan sekutu teroris mereka ke Irak, Suriah, Lebanon dan tempat lain di wilayah Timur Tengah, serta memicu perselisihan sektarian. Mereka ialah orang-orang yang menyabotase Libya, Sudan dan Aljazair. Rezim ini melarang stabilitas di wilayah ini,” komentar Qassim.

Dia menggarisbawahi bahwa Riyadh mempunyai rasa hormat yang paling rendah kepada standar hak asasi manusia dan menyimpangkan ajaran Islam untuk kepentingan kerajaan. [ARN]

shared by alfiani wardah

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *