Drone Yaman Serang Gudang Senjata Saudi di Najran

Arrahmahnews.com, NAJRAN – Angkatan bersenjata Yaman, yang dipimpin oleh gerakan Houthi Ansharullah, melancarkan serbuan pesawat tidak berawak ke sebuah gudang senjata di pangkalan Saudi di wilayah Najran, selatan Arab Saudi, selaku pembalasan atas agresi angkatan bersenjata berdarah kerajaan kepada negara yang miskin itu.

Saluran TV al-Masirah Yaman, mengabarkan bahwa serbuan itu dikerjakan oleh pesawat perang Qasef-2K pada hari Selasa (21/05), dan menyebabkan kebakaran di pangkalan tersebut.

Tapi, gabungan yang dipimpin Saudi mengakui bahwa Sarana sipil di Najran sudah ditargetkan dengan drone bermuatan bahan peledak.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Saudi Press Agency (SPA) yang dikelola pemerintah, Jubir gabungan Kolonel Turki al-Maliki menjelaskan Houthi Adalah “ancaman nyata kepada keamanan regional dan internasional dengan menargetkan objek sipil dan Sarana sipil.”

Baca: Hussein Al-Bukhaiti: Telah Saatnya Yaman Balas Serang Infrastruktur Vital Saudi

Bagaimanapun Maliki tidak dapat memberikan rincian lebih detail mengenai hal serbuan drone, yang terjadi seminggu sesudah drone Yaman menargetkan pipa Timur-Barat di jantung Arab Saudi, memaksa raksasa minyak negara Aramco untuk sementara waktu menghentikan pemompaan minyak pada pipa vital tersebut.

Gerakan Houthi, yang menjalankan urusan negara Yaman sekaligus membela negara melawan agresi yang dipimpin Saudi yang diluncurkan pada Maret 2015, menjelaskan serbuan pesawat tidak berawak itu selaku respons kepada kejahatan rezim Riyadh kepada bangsa Yaman.

Pada hari Minggu, Ansharullah mengingatkan bahwa serbuan yang menargetkan pipa minyak ialah awal operasi kepada 300 target vital di Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Yaman.

Maliki pada hari Senin mengakui bahwa Houthi sudah menembakkan 2 rudal balistik ke kota Mekah dan Jeddah, tetapi keduanya sudah dicegat oleh pertahanan udara Saudi.

Baca: Angkatan bersenjata Yaman Tolak Tudingan Saudi Soal Penargetan Kota Suci Mekah

Pejuang Yaman, bagaimanapun, Tidak mau pengakuan tersebut, Menegaskan bahwa mereka tidak akan pernah menargetkan situs suci orang-orang Islam.

“Rezim Saudi berusaha, melalui tuduhan-tuduhan ini, untuk menggalang sokongan bagi agresi brutalnya kepada rakyat Yaman,” kata jurubicara angkatan bersenjata Yaman Brigadir Jend. Yahya Sare’e dalam postingan Facebooknya.

Jubir Houthi Mohammed Abdulsalam juga Menegaskan bahwa rezim Riyadh sudah “mengarang kebohongan” mengenai hal menargetkan Mekah untuk mengalihkan perhatian dari apa yang terjadi di Yaman.

Arab Saudi dan sekutunya meluncurkan perang melawan Yaman dalam usaha untuk menginstal kembali rezim sekutu Riyadh dan menghancur-leburkan gerakan Houthi Ansarullah, target yang sudah gagal terwujud berkat perlawanan keras yang dikerjakan oleh pejuang Yaman.

Agresi angkatan bersenjata yang Disokong Barat itu, ditambah dengan blokade, sudah mematikan puluhan ribu orang Yaman, menghancur-leburkan infrastruktur negara dan menyebabkan krisis kemanusiaan besar-besaran.

Pejuang Yaman Saat ini melawan dengan menargetkan posisi di dalam Arab Saudi selaku pembalasan atas serbuan yang berlarut-larut. (ARN)

shared by alfiani wardah

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *