Cerita KH Anwar Manshur yang Hadir Pas Waktu Sholatkan mayat Mbah Moen

Baca Juga

KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) dan KH Anwar Manshur (Mbah War). (Foto: istimewa)

Oleh Gus Muhamad Shidqi

Warta Sunda – Tatkala jenazah Syaikhona akan disemayamkan untuk disholatkan di Kantor Daerah Kerja Mekkah. Saya bingung karena ku lihat tidak satupun Masyayikh sepuh yang datang. Artinya seluruh akan dilimpahkan ke Paklik Aufal yang masih dalam keadaan amat shock.

Saya berjalan ke sana kemari memastikan setidaknya ada 1 Masyayikh sepuh NU. Mesti ada bathinku. Nyaris saja saya putus asa karenanya.

Alhamdulillah siMbah Anwar Manshur rawuh! Beliau memonggokan saya untuk jadi imam sholat jenazah dan tahlil, saya terang Tidak mau halus. Kecuali masih ada Gus Said dan Lik Aufal, Mbahyai War juga orang yang paling Inti untuk itu.

Baca :
Bila Paham Agama Telah Membelah Persatuan Kita di Pemilihan presiden 2019

Akhirnya Mbahyai War mengimami sholat jenazah Syaikhona untuk ke-1 kalinya yang berikutnya jenazah almaghfurlah disholati 18 kali sampai akhirnya dilepaskan ke Haram. Mbahyai War juga memimpin tahlil.

Dengan usia sesepuh Mbahyai War, berdiri kira-kira 1 jam Adalah sesuatu yang luar biasa menyakitkan. Mbahyai War beberapa kali dimonggoaken memimpin tahlil dengan duduk, tapi beliau ngotot untuk tetap berdiri. Tidak mau duduk. Sampai beliau wajib dibantu santrinya untuk tetap berdiri. Allahu Akbar. Masya Allah.

Mbahyai War Adalah pengasuh Lirboyo. Dan Lirboyo ialah satu-satunya pesantren tempat Almaghfurlah Syaikhona Maimun Zubair mondok. Menurut saya, bukan kebetulan satu-satunya kiai sepuh yang datang dan memimpin sholat jenazah dan tahlil ialah Mbahyai War. Karena ‘alaqah (hubungan) ruhaniyah Mbah Moen dengan Lirboyo amat kuat.

Baca :
Tafsir Surat Thaha Ayat 11-12, Lembah Suci

Pada Maret 2019. Tatkala itu masa pemilihan presiden, masa itu amat gersang dengan postingan yang menyejukkan. Entah bagaimana awalnya, Mbahyai War sowan dateng Mbah Moen dan kyai-kyai yang lain. Foto ttg sowannya Mbahyai War dateng Mbah Moen lalu viral dan jadi penyejuk bagi bangsa yang tengah panas sebab pemilihan presiden. Dalam perjumpaan keduanya, Mbah Moen meminta didoakan oleh Mbahyai War supaya husnul khotimah. Allahu akbar. Matur suwun, Mbahyai War. [Warta Sunda/gg]

Source: FB Muhamad Shidqi

Source link

You might like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *