CENTCOM Tuduh Iran, Operator Jepang Bantah Semua legitimasi AS

JAKARTA – Angkatan bersenjata AS Mempublikasikan sebuah video kualitas rendah, yang diklaim mempertunjukkan sebuah kapal angkatan laut Iran mengeluarkan sisa ranjau yang tidak meledak yang melekat pada lambung kapal tanker Kokura yang diserang di Teluk Oman.

Video itu dirilis oleh Komando Pusat AS pada Kamis malam, konon mempertunjukkan “pelaut Iran” tengah mengeluarkan sisa ranjau dari lambung kapal Kokura.

Dalam video tersebut, sebuah kapal kecil dipertunjukkan naik ke sisi kapal tanker milik Jepang. Seseorang berdiri di haluan kapal dan dapat tampak mengeluarkan benda dari lambung kapal.

AS mengakui bahwa objek tersebut kemungkinan Ialah ranjau yang tidak meledak.

BacaAtwan: Siapa Pecundang dalam Serbuan Kapal Tanker?

“Pada pukul 4.10 malam waktu setempat, sebuah kapal patroli Kelas Gashti milik IRGC mendekati M / T Kokuka, diamati dan dicatat mengeluarkan sisa ranjau limpet yang tidak meledak dari tanker M / T Kokuka,” kata CENTCOM dalam sebuah pernyataan.

Laporan itu juga memberikan slide Powerpoint yang diklaimnya mempertunjukkan “kerusakan akibat ledakan dan kemungkinan lubang di lambung kapal sipil M / V Kokuka”.

Angkatan bersenjata AS menerangkan kapal penghancur USS Bainbridge dan pesawat tidak berawak AS serta pesawat P-8, Ada di tempat selama 4 jam sebelum kapal Iran Sampai. Pejabat pertahanan AS mengakui bahwa Iran berusaha untuk menghilangkan bukti keterlibatan mereka dalam serbuan itu.

Operator Jepang: Kapal-kapal terkena ‘benda terbang’

Operator kapal Jepang (Kokuka) pada hari Jumat membantah legitimasi AS, dan menerangkan para pelaut di atas kapal Kokuka Bernyali melihat “benda terbang” pas sebelum serbuan, mempertunjukkan kapal tanker itu tidak rusak oleh ranjau.

“Para kru memberi tahu kami ada sesuatu yang melayang di kapal, dan mereka menemukan sebuah lubang,” Presiden Yutaka Katada dari Kokuka Sangyo menerangkan pada konferensi pers di Tokyo. “Lalu, beberapa kru menyaksikan tembakan ke-2.”

Pengguna media sosial juga membantah video AS, menerangkan kualitasnya yang rendah tidak mempertunjukkan negara asal kapal dan awaknya berasal atau maksud dari apa yang tampaknya mereka lakukan.

BacaAhli Saudi: kecelakaan di Laut Oman Ulah UEA untuk Kobarkan Perang dengan Iran.

Rekaman itu dirilis beberapa jam sesudah Presiden AS Donald Trump menyalahkan Iran atas serbuan tanpa memberikan bukti.

Serbuan itu terjadi waktu dunia tengah menunggu berita perjumpaan antara Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Pemimpin Revolusi Islam Ayatullah Ali Khamenei di Teheran.

Respons ke-1 untuk panggilan darurat

Tim penyelamat Iran ialah yang ke-1 bergegas membantu 2 kapal tanker minyak sesudah mereka menyampaikan panggilan darurat, mentransfer semua 44 awaknya ke pantai selatan Iran.

“Sementara perdana menteri Jepang berjumpa dengan figur publik nomor 1 Republik Islam Iran untuk mengurangi ketegangan, tangan klandestin mana yang berusaha merusak upaya-upaya di wilayah dan siapa yang diuntungkan dari itu?” Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi menerangkan pada hari Jumat.

Jon Alterman dari Pusat Kajian Strategis dan Internasional Washington menerangkan, “Selalu ada kemungkinan seseorang mencoba menyalahkan orang Iran.”

“Tetapi ada kemungkinan yang lebih besar bahwa ini Ialah usaha” untuk menciptakan urgensi internasional yang dinikmati supaya AS dan Iran melakukan pembicaraan, tambahnya.

Serbuan-serangan tersebut secara mengejutkan bersesuaian dengan Ayatollah Khamenei yang Tidak mau tiap-tiap Perundingan antara Iran dan AS selama perjumpaan dengan Perdana Menteri Abe dan Tidak mau untuk menerima pesan apa pun dari Trump. [ARN]

Warta Batavia by alfiani wardah

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *