Banser Diminta Tidak Terprovokasi Bullyan dan kecelakaan di Papua

Ansor dan Banser Kendal. Foto: Istimewa.

Warta Sunda – Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kendal, Jawa Tengah Muhammad Ulil Amri meminta untuk semua kader Ansor dan Banser untuk tidak terprovokasi isu SARA yang tengah memanas di Papua.

“Semua kader Ansor dan Banser Kabupaten Kendal diminta tidak terpancing kepada isu SARA jadi pemicu pecahnya kerusuhan di Papua. Oleh sebab itu, pihaknya meminta semua kader untuk dapat menahan diri,” tegasnya.

Ulil Amri menyampaikan, bermacam provokasi sampai bully dan berita hoaks menimpa Ansor dan Banser dan mesti dihadapi dengan kepala dingin.

“Di media sosial, Banser dibully kenapa tidak berangkat ke Papua. Sampai Ketum PP Ansor pun tidak luput dari sasaran berita hoaks bahwa Ansor tidak terjun ke Papua sebab tidak ada anggaran dari pemerintah. Bukan ke-1 kali tatkala ada isu Papua, Banser dibenturkan,” katanya.

Ulil memastikan Banser tetap siap menjaga NKRI dalam situasi apapun. Tapi semuanya ditempuh dalam koridor negara hukum dan ditunaikan secara terukur berdasar komando dari struktur organisasi.

“Jadi, jikalau sahabat-sahabat menemukan provokasi sedemikian di medsos, sekali lagi jangan terpancing. Papua ialah bagian dari NKRI dan karenanya penduduk Papua ialah kita,” pesannya.

Dijelaskan, Pimpinan Pusat Ansor sudah menginstruksikan semua barisan pengurus supaya memposisikan Banser di asrama maha siswa Papua. Tujuannya untuk memberikan rasa aman bagi para maha siswa Papua yang tengah belajar di luar daerah. “Dan sekaligus untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Sekretaris PC GP Ansor Kendal, Misbahul Munir menjelaskan, kecintaan kader Ansor kepada NKRI tidak mesti menanti legitimasi dari pihak lain. Dalam momen warning HUT ke-74 kemerdekaan RI ini, seluruh barisan pengurus dari tingkat cabang sampai ranting berbaur dengan pemangku kepentingan terkait meramaikan aktifitas.

“Wujud bhakti kami pada kyai dan ulama selaku teladan kami itu dengan menjaga bangsa ini supaya tetap utuh. HUT Kemerdekaan jadi Kesempatan Baik bagi kita berbarengan untuk merefleksikan kembali ghirah dari para pendahulu kita,” terangnya.

Untuk konsolidasi kader, kata Misbah, pihaknya pada akhir bulan ini akan menggelar kemah kebangsaan. Kemah kebangsaan tersebut untuk menaikkan kemampuan para kader supaya lebih dinamis, loyal, dan anggota milisi dalam mengemban tugas.

“Sekaligus akan diselenggarakan latihan gabungan (Latgab) Banser spesial Kepala Satuan dari tingkatan Ranting dan Kecamatan se Kabupaten Kendal yang pembaiatannya akan ditunaikan oleh Panglima Besar Banser Habib Luthfi bin Ali bin Yahya dari Pekalongan,” pungkasnya. [Warta Sunda/pin]

Penjelasan: Disadur dari NU Online dengan judul asli ‘Masalah Papua, Ansor dan Banser Diminta Tidak Terprovokasi’.

Source link

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *