Analis: Netanyahu Pemimpin Israel Paling Ekstrem – ArrahmahNews

PM Israel
Benjamin Netanyahu

Warta Sunda, Israel Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ialah “pemimpin paling ekstremis” dalam sejarah rezim perebut kekuasaan Quds. Seorang analis politik Amerika menjelaskan hal ini, menambahkan bahwa di bawah kepemimpinannya Tel Aviv sudah mempercepat aneksasi tanah Palestina untuk memperluas proyek pemukiman.

Stephen Lendman, seorang komentator politik dari negara bagian Massachusetts, AS, membikin pernyataan itu dalam sebuah Tanya Jawab telepon dengan Press TV pada hari Minggu (10/11), saat mengomentari sebuah surat oleh gabungan kelompok-kelompok Yahudi Amerika liberal yang ditujukan ke para pemimpin partai politik Israel.

Surat itu, yang ditulis oleh Jaringan Israel Progresif, mengingatkan para pemimpin partai rezim itu kepada aneksasi full atau sebagian Tepi Barat yang diduduki.

Baca: Israel Rezim Apartheid Terakhir dengan Planning Pembersihan Suku Palestina

Mereka meminta politisi Israel untuk menentang planning aneksasi, yang dikejar oleh Netanyahu, bahkan kalau Presiden AS Donald sudah memberikannya lampu hijau.

Baca :
Kader PAN Maluku Sokong Presiden Jokowi dari Hati Nurani

“Target lama Israel bagi Netanyahu dan para pendahulunya senantiasa ialah menganeksasi seluruh bagian Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang berharga [al-Quds] … mereka ingin seluruh sumber daya berharga Tepi Barat dan kalau ada di Gaza, mereka berharap seluruh itu. Tentu saja ada sumber daya berharga di lepas pantai dari Gaza dan Israel menginginkannya. Cadangan gas milik Palestina tetapi Israel ingin mengeksploitasi untuk diri mereka sendiri, “kata Lendman ke Press TV.

Netanyahu ialah “pemimpin Israel paling ekstremis” dalam sejarah entitas pendudukan, tanpa minat melayani kepentingan orang-orang Palestina yang dia pandang hina,” tambah Lendman.

Baca: Israel Paksa Penduduk Palestina di Yerusalem Hancurkan Rumahnya Sendiri

“AS menyokong Israel secara sepihak, melalaikan kejahatan tingkat tinggi, mitra dalam agresi terburuknya, memasok miliaran dolar saban tahun … Jumlahnya kisaran 10 juta dolar per hari dari uang pembayar pajak AS yang masuk ke Israel dan itu untuk apa? Itu untuk menganiaya penduduk Palestina, itu untuk represi tanah air termasuk kepada orang-orang Yahudi kalau mereka bangkit melawan keputusan strategi pemerintah,” tambah analis Amerika itu menggarisbawahi.

Baca :
Ribuan Penduduk Socotra Gelar Unjuk Rasa Tolak Kehadiran UEA

Di tempat lain dalam wawancaranya, Lendman mengkritik keras cara Israel mempengaruhi perspektif global kepada gerakan perlawanan Palestina, dengan menjelaskan, “Apa pun yang dikerjakan penduduk Palestina untuk membela diri, Israel menyebutnya terorisme dan media AS menyebutnya selaku hal yang sama, dan apa pun yang dikerjakan Israel untuk mengeksploitasi dan menghabisi mereka, ini disebut bela diri.”

“Hal Inti dari menganeksasi tanah ialah proyek pemukiman, tetapi ada cara lain bahwa Israel juga menganeksasi tanah dengan mengisolasi lokasi-lokasi wisata yang dikecualikan oleh orang-orang Palestina, tempat komersial untuk orang Yahudi saja, jalan untuk orang Yahudi saja; hal-hal seperti ini, zona angkatan bersenjata tertutup. Ini ialah cara Israel menganeksasi tanah Palestina, tanah Tepi Barat, tanah Yerusalem Timur dan tentu saja tembok pemisah, tembok apartheid yang terus dibangun sesudah beberapa tahun … Planning yang sungguh-sungguh dipunyai Israel ialah mengeksploitasi Palestina, dan menganiaya mereka sebisa mungkin sehingga mereka cuma ingin berangkat, lalu Israel dapat mengambil alih tanah mereka, ”lanjut Lendman. (WS)

Warta Batavia by alfiani wardah

You might like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *