Banjarmasin – Di Banjarmasin, makan pagi tidak harus di hotel atau restoran. Sarapan dengan sensasi berbeda bisa dilakukan di tengah aktivitas Pasar Apung Lok Baintan, di atas perahu pedagang atau jukung.

Pasar tradisional di Sungai Barito ini menyajikan beragam menu sarapan tradisional seperti nasi kuning atau nasi putih dengan lauk ikan dan ayam yang dibungkus daun pisang, hingga menu khas Banjarmasin, soto lontong banjar.

Bukan hanya makanan, beragam minuman juga disediakan para pedagang dari teh, kopi, es, hingga air mineral. Semua menu diangkut di atas jukung dan dioperasikan para perempuan. 

Suasana pasar apung Lok Baintan, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (17/10/2017).

Kami sempat menaiki perahu yang dioperasikan Jumuah. Selasa (17/10/2017) pagi, dia ditemani Najwa Nabila, cucu perempuannya yang berusia 2 tahun.

Nenek 60 tahun itu membawa beberapa hasil kebun seperti pisang, jeruk, dan sayuran untuk dijual di Pasar Apung Lok Baintan. “Berangkat setiap pagi setelah shalat subuh, pulangnya jam 9,” kata Jumuah.

Sebagian besar perahu pedagang di pasar apung Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, bisa dinaiki pengunjung, asalkan penumpang berkenan mengikuti arah pedagang berkeliling menjajakan dagangannya.

Suasana pasar apung di Lok Baintan, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (17/10/2017).
Pedagang pengayuh jukung juga memberikan beberapa tips agar penumpang aman saat berada di atas perahu. Pertama dilarang berdiri agar perahu berjalan seimbang, kedua dilarang menaruh jari tangan di dinding luar perahu.

“Agar tangannya tidak terkena perahu lain, karena di pasar apung, perahu-perahu pedagang berhimpitan,” ucapnya.

Jika ada rombongan wisatawan, para pedagang akan menawarkan perahunya untuk dinaiki wisatawan.

Suasana pasar apung di Lok Baintan, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (17/10/2017).
Mereka tidak mematok tarif, hanya saja mereka berharap dagangannya akan dibeli oleh wisatawan yang naik di perahunya.

Selain di Lok Baintan, pasar terapung di daerah berjuluk “Kota 1000 Sungai” itu juga ada di muara Sungai Kuin di Kota Banjarmasin. Di tengah kota, titik pasar terapung juga diadakan, namun khusus akhir pekan. (KOMPAS.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here