Dampak musim kemarau dan serangan virus klowor di Indramayu, berpengaruh pada tersendatnya pengadaan beras yang masuk ke gudang bulog.

“Biasanya pengadaan beras yang masuk ke gudang bulog perharinya sekitar 500 ton, tapi akibat musim kering dan serangan virus klowor, pengadaan yang masuk perharinya sekitar 100 ton,” kata Kepala Sub Bulog Divre Indramayu, Asep Buhori kepada KC Online kemarin.

Kendati demikian, masyarakat tidak perlu merasa khawatir karena stok beras yang tersimpan di dalam Gudang Bulog Indramayu terhitung cukup untuk konsumsi sekitar enam bulan kedepan.

Untuk menghindari kerusakan beras yang tersimpan di dalam gudang, pihaknya telah menyuplai ribuan ton beras untuk kebutuhan luar daerah. Artinya, meski disayangkan adanya serangan virus klowor, tetapi pihaknya telah menyediakan stok beras sekitar 50.000 ton.

“Para petani Indramayu harus berbangga, karena hasil panennya sebagian telah dikonsumsi masyarakat luar daerah. Seperti DKI Jakarta, Cianjur, Banda Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan, Jambi maupun Papua,” ungkapnya.

Masih kata dia, walaupun virus klowor yang menyerang tanaman padi Indramayu telah berpengaruh terhadap pengadaan yang masuk, diharapkan para petani mampu mengatasinya dengan baik. Sehingga, pengadaan beras tetap stabil.

“Yang saya tahu, pada tahun-tahun sebelumnya tidak terdengar adanya virus klowor dan serangan virus klowor baru terdengar pertengahan tahun 2017 ini,” terangnya.

Di lain sisi, salah satu untuk mengantisipasi kerusakan yang terjadi terhadap beras dalam gudang, pihaknya telah melakukan pemadatan atau mempercepat pengiriman raskin yang diperuntukkan bagi para rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTSPM).

Dan, untuk mengoptimalkan penyaluran raskin yang berkualitas, pihaknya telah memberikan kemudahan bagi para perangkat desa datang ke gudang bulog untuk mengecek secara langsung kualitas maupun kuantitas raskin yang akan diterimanya.

Hal itu dimaksudkan untuk menghilangkan komplain para RTSPM terhadap kualitas raskin yang akan diterimanya.

Dengan kata lain, manakala ditemui adanya raskin yang dinilai tidak layak konsumsi dapat diganti atau ditukar dengan beras yang baik.

“Raskin yang telah disalurkan sepanjang tahun 2017 sekitar 24.000 ton atau setara dengan jumlah RTSPM sebanyak 161.161 orang. Sedangkan pagu raskin tahun 2016 lalu, jumlah RTSPM sekitar 2.610.030 kg perbulan atau 31.320.360 kg per tahunnya untuk disalurkan sebanyak 174.002 RTSPM. Jumlah RTSPM tahun 2017, mengalami penurunan dibandingkan pada tahun 2016 lalu,” pungkasnya.(kabar-cirebon.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here