Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyarankan pagelaran Malang Flower Carnival (MFC) segera Go International mengingat pelaksanaannya sudah masuk tahun ke-7. Dari tahun ke tahun pesertanya pun mengalami peningkatan.

Malang Flower Carnival 2017 digelar Ahad, 10/9. dengan jumlah peserta mencapai 200 kelompok. Ini kenaikan lebih 70 persedn dibanding tahun sebelumnya.

“Peluang (go international) memang sudah ada. Apalagi sudah memasuki tahun ketujuh. Seperti Jember Fashion Carnival (JFC) yang saat ini sudah terlebih dahulu go international,” kata Deputi Bidang Pengembangan, Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esti Reko Astuti di sela MFC 2017 di Malang, Minggu, 10/9.

Menurut dia, untuk mencapai target tersebut memang dibutuhkan proses. Untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi membutuhkan kerja sama dengan pihak asing. Hal ini terjadi pula pada JFC yang saat ini levelnya sudah naik.

“Memang, JFC butuh waktu 16 tahun untuk diakui oleh dunia. Tapi prosesnya sudah terlihat sejak awal. Harapan kami Malang Flower Carnival bisa go international sebelum tahun ke-10 pelaksanaannya,” katanya Esti.

Dibandingkan daerah lain, seperti Jember dan Tomohon di Sulawesi Utara,  Malang memang lebih, unggul terutama dari segi akses. Dengan demikian wisatawan baik manca negara maupun domestik lebih mudah untuk menjangkaunya.

Hanya saja, untuk masuk level lebih tinggi diperlukan daya tarik yang berbeda dibanding daerah lain. Malang sudah dikenal dengan bunganya. Bunga tersebut harus dimaksimalkan seperti yang dilakukan saat ini. Hanya saja, bunga yang digunakan bukan bunga hidup melainkan bunga dari bahan daur ulang.

Selain memiliki daya tarik, kata Esti, penyelenggara atau promotor juga harus banyak menjalin kerja sama dengan penyelenggara carnival negara lain. Itu yang sudah dilakukan oleh banyak kota di Indonesia termasuk Tomohon dan Jember.

“Kerja sama antar penyelenggara carnival sangat penting. Selain itu juga perlu menjalin kerja sama dengan kedutaan besar negara-negara sahabat yang ada di Indonesia,” katanya menerangkan.

Chairman MFC, Agus Sunandar membenarkan jika MFC terus mengalami peningkatan terutama jumlah peserta. Dia menyatakan sudah mengenalkan pagelaran ini ke mancanegara, dengan harapan bisa menarik peserta dari negara lain.

“Itu yang terus kita kembangkan. Sebelumnya kami sudah mengenalkan Malang Flower Carnival ke 27 negara. Berikutnya adalah ke Paris, Prancis pada 24 September 2017,” katanya di sela penyelenggaraan MFC 2017. (Tempo.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here