Jakarta – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) berjanji akan terus meningkatkan kualitas sistem keamanan stadion di Indonesia. Meski begitu, Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria mengatakan saat ini PSSI sudah bekerja di jalan yang benar.

“Ke depannya kami pastikan bahwa manajemen pertandingan akan dikelola dengan lebih profesional lagi,” kata Tisha dalam konferensi pers di kantor PSSI di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 5 September 2017.

Agar dapat memaksimalkan sistem keamanan, Ratu mengatakan ada beberapa unsur utama yang harus terus dibenahi, yakni fasilitas dan sumber daya manusia. Tisha mengharapkan peningkatan fasilitas, seperti closed-circuit television (CCTV) yang lengkap di setiap stadion, dapat meminimalkan pelanggaran oleh suporter.

Di bidang sumber daya manusia, Tisha mengatakan membuka kemungkinan adanya kerja sama lebih erat antara pihak keamanan internal PSSI dan kepolisian. “Semoga ke depannya sinergi antara pengamanan internal PSSI dan kepolisian bisa kami tingkatkan lagi,” katanya.

Untuk mewujudkan hal ini, Tisha menyebut koordinasi dengan semua stakeholder, mulai pemerintah, media, suporter, hingga kepolisian, akan ditingkatkan. Ia meyakinkan saat ini PSSI sudah berjalan di jalan yang benar.

“Saya ingin meyakinkan PSSI on the right track. Bukan berarti caranya salah atau apanya yang kurang, tapi bagaimana caranya kita terus membuat opportunity itu,” tuturnya.

Dalam laga persahabatan melawan Fiji di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada Sabtu, 2 September 2017, suporter bernama Catur Yuliantono tewas. Ia terkena flare roket nyasar yang diselundupkan dan dinyalakan penonton lain.

Padahal, menurut Tisha, laga itu merupakan trial sistem keamanan PSSI yang lebih ketat. Sebanyak 130 personel keamanan internal PSSI disebar dalam bentuk yang telah disimulasikan sebelumnya. “Namun, layaknya pertandingan bola, ada hal-hal yang tak bisa kami duga yang terjadi,” katanya. (TEMPO.C0)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here