PURWAKARTA – Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi punya rencana besar di akhir masa jabatan. ‎Kang Dedi (sapaan bupati), berencana membangun kekuatan di wilayah pedesaan. Salah satu upayanya, yakni mendorong desa menjadi sebuah wilayah mandiri.

Polanya, tak lain dengan cara memberikan stimulus berupa penyertaan modal untuk dana investasi desa. Kedepan, Kang Dedi ingin pemerintahan tingkat desa mampu mengelola dana investasi tersebut menjadi sebuah keuntungan. Dan dari keuntungan tersebut, nantinya bisa digunakan untuk membangun wilayahnya.

Gagasannya ini, mungkin cukup brilian. Apalagi, tujuannya supaya masyarakat pedesaan bisa tumbuh secara mandiri. Kang Dedi meyakini, dengan pola seperti ini dipastikan wilayah desa sudah bisa mencukupi kebutuhannya sendiri tanpa harus disubsidi oleh pemerintah daerah bahkan pemerintah pusat.

“Jadi, kalau desa sudah memiliki anggaran sendiri dari pendapatan laba investasi ini, kami yakin wilayah ini akan mandiri. Dan bisa fokus membangun wilayahnya tanpa perlu bantuan dari siapapun,” ujar Dedi, akhir pekan kemarin.

Dedi mengaku, jika gagasan yang akan digulirkannya tahun depan ini berawal dari rasa prihatin mengenai pembangunan desa yang diraa belum merata. Cukup beralasan, karena selama ini, untuk membangun saja, desa harus menunggu bantuan dari pusat, provinsi maupun kabupaten. Bila tak ada bantuan, maka desa tersebut tak bisa berbuat banyak mengembangkan wilayahnya.

“Purwakarta punya mimpi supaya desa bisa menjadi subjek pembangun. Tak lagi jadi objek. Salah satunya apa. Dengan memberikan stimulus atau modal untuk berinvestasi. Modalnya, minimal Rp 2 miliar per desa,” jelas dia.

Nantinya, kata dia, modal tersebut bisa diinvestasikan ke perbankan atau membeli obligasi sebuah perusahaan. Kemudian, keuntungan hasil deviden dari penyertaan modal ini nantinya bisa digunakan untuk membangun desa‎.

‎Jadi, kata dia, dari deviden itu desa bisa menggaji aparaturnya dan membangun wilayah tersebut tanpa harus menunggu bantuan dari pusat, provinsi maupun kabupaten. Jika sudah begitu, maka desa ini menjadi mandiri. Sebab, segala sesuatunya tak lagi mengandalkan bantuan.

Dedi menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan analisa anggaran untuk‎ mewujudkan mimpinya itu. Tak hanya itu, juga menyiapkan perangkat regulasinya. Karenanya, pada rumusan APBD murni 2018 nanti, pihaknya akan berupaya memasukan program ini. Supaya, bisa dibahas bersama-sama dengan para anggota dewan juga.

“Saya pikir, modal untuk desa ini pasti bisa direalisasikan,” kata dia menambahkan.

Alasannya, di akhir masa jabatannya ini, Dedi menilai, beban anggaran untuk pelayanan publik sudah menurun. Sebab, infrastruktur 90 persen sudah bagus. Pelayanan kesehatan dan pendidikan juga berjalan dengan baik. Sehingga, anggaran yang tadinya untuk infrastruktur, bisa dialihkan menjadi modal untuk dana investasi desa.

“‎Dari sisi anggaran, kami optimistis pada 2018 nanti bisa terealisasikan,” ujarnya.

Dedi kembali menambahkan, kalau program ini berjalan maka dipastikan beban pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam melakukan pembiayaan kebutuhan desa akan sedikit berkurang. Sebab, dengan program ini desa bisa tumbuh menjadi wilayah yang bisa berdiri sendiri. (kha/news.okezone.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here